Tagged Dari Redaksi

Hilangnya Kebijaksanaan

Sebuah kebenaran, jika disampaikan dalam bingkai kebaikan, maka akan melahirkan nuansa keindahan. Pesan yang benar, jika disampaikan dengan baik, akan menjadi indah. Namun hari-hari ini, kita sangat jarang mempertimbangkan aspek kebaikan, apalagi keindahan. Yang kita utamakan adalah bagaimana caranya agar kebenaran dapat tersampaikan. Informasi sebenar apapun, jika tidak disampaikan dengan cara yang baik, maka tidak akan berakhi dengan indah. Ketiga hal ini; benar, baik dan indah tidak bisa dipisahkan, jika estetika ini dipisahkan, selalu menghasilkan keburukan.

Terbiasa Melupakan

Ketika sebuah peristiwa baru saja terjadi, kemudian menjadi hype, sehingga hampir semua orang membicarakan peristiwa itu, sebenarnya yang terjadi bukanlah kita menghapus ingatan dari sebuah peristiwa yang sebelumnya terjadi. Yang kita lakukan hanya menyimpan ingatan itu, dan di kemudian hari ketika momentumnya tepat, kita akan kembali membuka ingatan itu.

Merahasiakan Aurat

Dalam khasanah Maiyah, aurat dipahami sebagai segala sesuatu yang harus ditutupi, yang tidak tergantung pada baik atau buruk, benar atau salah, indah atau jelek. Namun lebih luas dari itu. Dan aurat, bukan hanya persoalan fisik tubuh manusia semata.

Kesempatan Untuk Memanfaatkan Momentum

Kekuatan akan dikalahkan oleh kecepatan, dan kecepatan akan dikalahkan oleh momentum. Sekuat apapun tim sepakbola, mereka akan kalah oleh tim sepakbola yang memiliki pemain-pemain yang memiliki kecepatan. Namun meskipun sebuah tim sepakbola memiliki pemain-pemain yang mampu berlari cepat dan mampu mengambil keputusan dengan cepat, akan kalah oleh tim sepakbola yang mampu memanfaatkan momentum dengan baik. Semalam, dalam pertandingan sepakbola Piala Asia U-19 anatra Qatar berhadapan dengan Indonesia, kita menyaksikan betapa momentum yang dimiliki oleh anak-anak muda U-19 Indonesia berhasil dimanfaatkan dengan baik.

Bukan Kebenaran, Melainkan Kebijaksanaan

Apa yang kita alami hari ini adalah sebuah kultur sosial budaya dimana identitas manusia adalah sesuatu hal yang sangat di-primer-kan oleh manusia. Setiap orang justru kebanyakan lebih memperlihatkan siapa dirinya, apa profesinya, apa agamanya, apa titel akademisnya daripada kebijaksanaan yang muncul dari dirinya dari segala bekal latar belakang yang ia miliki.

Zalzalah Indonesia

Kepastian matahari adalah terbit dari awah timur di pagi hari, dan tenggelam di arah barat pada sore hari. Kepastian pohon adalah tumbuh atas bantuan sinar matahari yang memancar setiap hari. Kepastian harimau adalah menerkam binatang yang lebih lemah darinya. Kepastian kambing adalah ia tidak memakan daging, melainkan dedaunan dan rumput-rumput. Sementara manusia dan jin adalah dua makhluk Allah yang dibekali dengan kemungkinan demi kemungkinan.

Untuk 12 Tahun Bangbang Wetan

Karakteristik Arek-arek Suroboyo yang keras dan tegas relatif akan tidak betah untuk lama-lama berada pada situasi dan kondisi yang membuat mereka tidak nyaman. Menemukan titik tengah keseimbangan dari perbedaan ego yang sering terjadi menjadi kunci kebersamaan. Tetapi Bangbang Wetan menawarkan sebuah formula yang unik sehingga bisa diterima oleh arek-arek Suroboyo.

Manusia Garis, Manusia Bidang, atau Manusia Ruang kah Anda?

Menggunakan titik dan garis, dapat dibuat simulasi atau model untuk menggambarkan realitas yang lebih luas dalam satu bidang. Misalnya untuk menggambarkan rute perjalanan kereta. Tiap-tiap stasiun dapat digambarkan sebagai titik-titik yang saling terhubung oleh garis yang menggambarkan jalur kereta. Untuk sebuah model yang menggambarkan rute, boleh jadi skala jarak tidak diperlukan. Yang diperlukan sebatas keterhubungan antara satu titik dengan titik lainnya. Rute-rute yang berbeda bisa dipresentasikan dengan pewarnaan untuk masing-masing garis yang menggambarkan tiap rute. 

MONO LOYALITAS

Dalam buku ‘New Thinking for The New Millennium’, Edward De Bono menggambarkan keadaan jaman milenial menggunakan situasi semacam itu. Sebuah keadaan yang kacau, kemudian dapat kembali diperbaiki dan terkendali meskipun persoalan lain yang lebih penting yaitu arah kapal berlayar masih salah. Jika menggunakan ilustrasi itu sebenarnya hanya soal waktu, untuk kemudian kapal dapat kembali menuju arah yang benar. Namun bagaimana jika yang terjadi adalah sebuah pesawat dalam keadaan terbang pada kondisi serupa? Mesin rusak, sedangkan pilot sakau setelah menghisap putau. Pramugari tidak berdaya menengahi perkelahian antar penumpang. Berkali-kali turbulensi hebat terjadi, ironis keadaan itu hanya ditanggapi biasa saja oleh penumpang di pesawat itu. Sekali pun pilot baru didatangkan, nyaris mustahil dapat memperbaiki keadaan.

Olahraga Mempersatukan Rakyat

Yang tidak kita lihat adalah proses perjuangan para atlet sebelum mereka sampai pada pertandingan demi pertandingan yang dilombakan di Asian Games ini. Proses latihan dan tempaan displin berbulan-bulan menghasilkan mental juara. Yang kita lihat hanyalah bagaimana mereka bertanding di lapangan saja. Maka tidak mengherankan jika ada masyarakat yang menumpahkan kekecewaannya ketika melihat atlet-atlet Indonesia kalah dalam sebuah pertandingan.