Tagged Dari Redaksi

Mallalang Manannungan, Papperandang Ate

Maka lahirlah Papperandang Ate, jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kurang lebih artinya adalah menjernihkan hati. Tentu ada benang merahnya dengan lagu “Tombo Ati” yang pada medio pertengahan 90’an kembali dipopulerkan oleh Cak Nun dan KiaiKanjeng. Dari forum ini, mereka berharap agar Papperandang Ate menjadi sebuah forum yang menjernihkan hati setiap orang yang datang dan berkumpul.

Antara Fakta, Nyata, dan Makna

Kita hidup di dunia berhadapan dengan pilihan-pilihan. Dari pilihan-pilihan itu kemudian ada pilihan yang kita pilih, sebagian pilihan itu tidak membuat kita menyesal di kemudian hari karena telah memilih pilihan itu, sebagian pilihan yang lain sangat mungkin membuat kita menyesali mengapa pilihan itu yang kita pilih. Namun tentu saja, penyesalan itu berdasarkan atas pengalaman yang kita alami di kemudian hari.

Mulat Saliro, Momentum Refleksi Diri

Mulat saliro, digambarkan sebagai momentum untuk berkaca pada diri sendiri. Teman-teman Maneges Qudroh dalam menapaki perjalanan di tahun ke delapan ini sebenarnya juga sedang mengajak bangsa Indonesia untuk berkaca kembali ke dalam dirinya. Karena bangsa ini sudah terampau jauh dari dirinya yang sebenarnya. Hari ini, bangsa ini tidak benar-benar menjadi dirinya sendiri. Bangsa ini sudah jauh meninggalkan dirinya yang sejati. Bangsa ini sudah kehilangan kewaspadaan dalam dirinya. Sehingga sudah tidak peka lagi terhadap sesuatu yang berada di sekitar dirinya, apalagi memilah mana yang baik dan mana yang buruk, karena semakin terbiasa untuk memilih mana yang enak dan mana yang tidak enak.

Yang Memberi Peringatan

Siapa seharusnya yang bertindak sebagai pemberi peringatan kepada para penguasa? Sementara hari ini, di Indonesia siapa yang berani mengkritik pemerintah akan dianggap sebagai bagian dari pihak oposisi pemerintah. Iklim demokrasi kita hari ini juga tidak sehat-sehat amat. Ketika ada yang mengapresiasi prestasi pemerintah, akan dianggap sebagai pendukung pemerintah. Sementara jika berposisi sebagai pemberi peringatan kepada pemerintah, akan dianggap sebagai bagian dari oposisi. Akibatnya kita tidak benar-benar berani menyatakan dengan jelas dimana posisi kita.

Syariat Kerajaan Sengkuni

Pernahkah kita belajar sejarah kehidupan Sengkuni? Pernahkah kita membaca literatur bagaimana perjalanan hidup Sengkuni? Adakah dari kita yang pernah mempelajari sebab-sebab mengapa Sengkuni dianggap menjadi biang kerok Perang Baratayudha? Adakah kita pernah mencari fakta sejarah mengapa kerajaan Gandhara diserbu oleh Prabu Destarastra, yang notabene adalah seorang Raja yang memperistiri Gandari, kakak kandung Sengkuni?

Kenduri Cinta Dalam Poster

Pada setiap Poster yang dirilis, tidak hanya memberikan informasi berupa tema yang diangkat, atau juga kelengkapan informasi berupa tanggal, waktu dan lokasi acara. Tetapi juga menjadi salah satu media yang mampu membikin penasaran bagi audiens Kenduri Cinta sendiri. Apresiasi demi apresiasi selalu muncul dari jamaah, hal ini menjadi pertanda bahwa memang Poster Kenduri Cinta yang dirilis selalu memancing perhatian orang, bahkan menjadi salah satu item yang ditunggu-tunggu.

Alhamdulillah 2018, Bismillah 2019

GEMERLAP pesta cahaya terselenggara lebih dari 60 titik Simpul Maiyah sepanjang tahun 2018. Masing-masing berproses secara otentik, membangun ruang belajar bersama, berproses menemukan kejernihan setiap ilmu, hingga setiap pelaku Maiyah menemukan sendiri kebenaran atas ilmu itu. Melalui Maiyahan, kita bersama-sama Sinau Bareng memaknai setiap peristiwa zaman, mengkaji ilmu pengetahuan, mentadabburi ayat-ayat Allah, kemudian mengusahakannya untuk ditransformasikan menjadi berkah untuk semua pihak.

Membiasakan Diri dengan Kejutan-Kejutan Hidup

Maiyah adalah bukti nyata bahwa rahmat dari Allah mampu ditransformasikan menjadi berkah. Hingga hari ini, terdata lebih dari 60 titik simpul Maiyah, dengan berbagai skalanya masing-masing, setiap simpul Maiyah menemukan sendiri keunikan mereka. Maiyah tidak berbicara soal kuantitas, banyaknya massa yang datang bukanlah sebuah prestasi, justru kejernihan dari setiap individu yang datang ke Maiyah itulah yang kemudian melahirkan spektrum Maiyah yang kemudian ditularkan kepada yang lain.

Hilangnya Kebijaksanaan

Sebuah kebenaran, jika disampaikan dalam bingkai kebaikan, maka akan melahirkan nuansa keindahan. Pesan yang benar, jika disampaikan dengan baik, akan menjadi indah. Namun hari-hari ini, kita sangat jarang mempertimbangkan aspek kebaikan, apalagi keindahan. Yang kita utamakan adalah bagaimana caranya agar kebenaran dapat tersampaikan. Informasi sebenar apapun, jika tidak disampaikan dengan cara yang baik, maka tidak akan berakhi dengan indah. Ketiga hal ini; benar, baik dan indah tidak bisa dipisahkan, jika estetika ini dipisahkan, selalu menghasilkan keburukan.

Terbiasa Melupakan

Ketika sebuah peristiwa baru saja terjadi, kemudian menjadi hype, sehingga hampir semua orang membicarakan peristiwa itu, sebenarnya yang terjadi bukanlah kita menghapus ingatan dari sebuah peristiwa yang sebelumnya terjadi. Yang kita lakukan hanya menyimpan ingatan itu, dan di kemudian hari ketika momentumnya tepat, kita akan kembali membuka ingatan itu.