From Kabar

Mengasah Kecerdasan Dengan Berpikir Keras

Syeikh Kamba kemudian mulai menjabarkan secara perlahan apa yang ditulis di rubrik Tajuk. “Manusia memperoleh kecerdasan tinggi jika akal dan pikiranya digunakan untuk berpikir keras. Hanya dengan berpikir keras, sel-sel dan jaringan syaraf di kepala kita bertambah luas”, Syeikh Kamba mengawali. Syeikh Kamba mengajak jamaah untuk memasuki penjelajahan ilmu melalui Surat Al Kahfi103-106, ketika Allah menjelaskan bahwa ada sekelompok orang yang kelak di hari kiamat akan termasuk golongan orang-orang yang merugi, yaitu orang-orang yang sia-sia perbuatan dalam hidupnya, sementara mereka mengira telah berbuat kebaikan. Jika kita berbuat baik namun terdorong oleh hawa nafsu, maka itu akan menjadi hal yang sia-sia.

Kenduri Cinta, Yang Menggembirakan Dan Membahagiakan

Menggembirakan dan membahagiakan. Forum Kenduri Cinta selalu menghadirkan nuansa dan atmosfer yang selalu dirindukan. Forum seribu podium, siapa saja boleh datang, siapa saja boleh berbicara, siapa saja boleh pulang kapan saja, tidak ada yang dituntut dan juga tidak ada yang menuntut. Semua bersama-sama menjaga keberlangsungan forum, menjaga keamanan forum, menjaga ketertiban dan juga kebersihan lokasi diselenggarakannya forum.

Manusia Tidak Punya Hak Untuk Saling Menyalahkan

Tugas kita adalah menjadi manusia yang dikehendaki oleh Allah. Kita melakukan apa yang memang seharusnya kita lakukan. Kita menapaki jalan yang memang seharusnya kita menapakinya. Kegagalan manusia modern memahami peran mengakibatkan salah kaprah dalam menjalankan peran. Menjadi pejabat pemerintah justru dimanfaatkan sebagai ajang menjadi penguasa, padahal seharusnya menjadi pejabat pemerintah adalah menjadi petugas yang melayani rakyat. Di Kenduri Cinta inilah, secara perlahan kita mencari satu persatu nilai-nilai luhur manusia yang seharusnya berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

Kenduri Puisi Dalam Ijazah Maiyah

Ditekankan oleh Cak Nun, Ijazah Maiyah tidak hanya dikhususkan oleh orang-orang yang besar, tokoh terkemuka atau orang yang terkenal. Tidak. Ijazah Maiyah diperuntukan kepada siapapun saja, manusia-manusia murni yang penuh dengan keteladanan untuk menjadi insan kamil, menjadi manusia yang sejati. Di tengah arus besar globalisasi asfala safilin sosok tiga pujangga itu menjadi teladan Ahsanu Taqwim sebagaimana yang Allah maksudkan.

19 Tahun Sedekah Maiyah Kenduri Cinta Untuk Indonesia

Kenapa kita bertahan di Maiyahan? Setiap bulan, kita datang ke forum seperti Kenduri Cinta ini, tanpa ada kepastian kita mendapatkan sesuatu berupa materi. Apa yang membuat kita betah di Maiyahan? Apakah karena sosok Emha Ainun Nadjib? Bisa saja demikian. Pemikiran Cak Nun memang menjadi fondasi utama yang kuat di Maiyahan, tetapi tidak hanya itu saja. Bagaimana Cak Nun menanamkan nilai-nilai kedaulatan dan kemandirian kepada kita.

Kenduri Cinta, Menanam Benih Manusia Indonesia Baru

Cak Nun menjelaskan bahwa manusia dalam satu detik hanya mampu merekam 40 frame peristiwa. Sementara dalam alam bawah sadarnya terdapat sekitar 1,2 juta frame yang sudah terekam. Setiap keputusan hidup manusia lebih banyak dipengaruhi oleh 1,2 juta frame di alam bawah sadar. Manusia sangat jarang menggunakan akal untuk mengkonfirmasi setiap keputusan akalnya yang muncul secara spontan. Setiap pertanyaan tentang apapun akan dijawab spontan berdasarkan data yang tersedia di alam bawah sadar manusia. “Maka Anda jangan mengandalakan ilmu, dalam konteks bahwa Anda dikuasai secara terus menerus oleh alam bawah sadar Anda”, ungkap Cak Nun.

Audien Utama Kita Adalah Allah

HUJAN YANG mengguyur Jakarta di Jumat sore (15/3) cukup deras, bahkan merata di berbagai daerah, tidak hanya di Jakarta saja. Alhamdulillah, menjelang pukul 5 sore, hujan mulai reda. Penggiat pun menggelar karpet untuk alas duduk jamaah. Panggung Kenduri Cinta kali ini tampak lebih besar dari biasanya, karena memang pada edisi Maret ini Kenduri Cinta kedatangan…

Menepi Dari Keramaian, Menemukan Kembali Kesejatian Diri

Kecenderungan masyarakat kita hari ini, memilih dengan menggunakan pijakan emosi dalam diri. Sabrang mengingatkan bahwa jika kita memilih dengan emosi, maka di kemudian hari yang akan kita alami adalah penyesalan. Dari sekian edisi Pemilihan Umum yang sudah kita alami saja, kita sudah mengalami penyesalan demi penyesalan. Namun, hebatnya orang Indonesia adalah akan segera melupakan penyesalan yang ia rasakan hari ini.

Menjadi Diri Sendiri, Itulah Jabatan Tertinggi

Indonesyariah, sebuah tema yang secara diksi tidak akan ditemukan artinya di kamus manapun. Bukan pertama kali ini saja Kenduri Cinta mengangkat tema yang menggunakan kata-kata asing, yang belum pernah atau sangat jarang didengar oleh masyarakat pada umumnya. Dan memang, pada tema kali ini, Kenduri Cinta hendak membahas tentang kata syariah, istilah yang akhir-akhir ini masih saja disalahgunakan oleh beberapa pihak, sehingga mengakibatkan perbedaan pendapat di masyarakat, yang ujungnya adalah semakin memperuncing perpecahan yang ada.

Menjadi Manusia Universitas, Bukan Sekadar Manusia Fakultas

Ketika dunia modern menyempitkan belajar hanya menjadi pekerjaan otak saja, Maiyahan membuka tawaran untuk kembali kepada masa silam bagaimana leluhur kita dahulu memproses ilmu bukan hanya terfokus pada akal dan pikiran saja, namun juga bagaimana melibatkan hati, nurani, bahkan darah dan tubuh juga mengalami proses keberlangsungan transformasi ilmu. Pada faktanya, manusia tidak mungkin hanya mengandalkan akal dan pikirannya semata untuk belajar, tetapi juga membutuhkan hati untuk memproses ilmu yang diterima menjadi manfaat bagi semua makhluk ciptaan Allah.