From Kabar

Indonesia Yang Semakin Jelas

Menegaskan paparan Sabrang, Cak Nun menambahkan bahwa dalam berkeluarga jika ukuran yang digunakan adalah istri cantik atau tidak, suami ganteng atau tidak, maka rumah tangga yang dibangun tidak akan bertahan lama. Karena cantik dan ganteng itu hanyalah ukuran-ukuran pendek. Sementara rumah tangga itu contoh sebuah peristiwa yang tidak ada endingnya,  berapapun usianya suami akan tetap mencintai istrinya, begitu juga sebaliknya. Karena ukuran untuk mencintai tidak menggunakan ukuran yang pendek, melainkan menggunakan ukuran untuk jangka panjang.

Revolusi Diri Menuju Kesejatian dan Keseimbangan Negara

Sebuah backdrop terpasang di area belakang panggung bertuliskan “Tak Kunjung Negara” yang memang menjadi tema utama Kenduri Cinta kali ini. Tema yang tidak mudah dikupas, mengingat Kenduri Cinta ini bukanlah sebuah fakultas dari sebuah universitas yang memiliki kemampuan akademis menjelaskan apa itu Negara. Tetapi, beginilah Maiyahan berlangsung, mengangkat tema apa saja bukan untuk merasa diri paling unggul dan paling mampu dalam menjelaskan sesuatu maupun menemukan solusi dari sebuah persoalan. Maiyahan selama ini menyelenggarakan sinau bareng, sebuah konsep pembelajaran bersama, dengan fondasi kesadaran yang kuat untuk mencari apa yang benar bukan siapa yang benar.

Mensyukuri 18 Tahun Kenduri Cinta

“Hidup adalah getaran yang mengalir dan aliran yang bergetar”, Cak Nun kembali memberi kunci di Kenduri Cinta semalam. Bahwa yang paling penting dari sebuah sungai itu bukan airnya, bukan seberapa besar ruang yang ada untuk mengalirkan air di sungai itu, melainkan yang terpenting adalah alirannya. Maka, ketika kita menunaikan sholat, bukan sholat yang kita lakukan itu yang kita pamerkan kepada orang lain, tetapi efek dari sholat itu yang kita tampilkan. Jika sholat yang kita lakukan melahirkan perilaku baik dari diri kita, sehingga kita bermanfaat bagi orang lain, maka disitulah letak kemuliaan sholat kita.

Kemesraan Dalam Guyuran Hujan di Kenduri Cinta

“Saya tidak pernah menganjurkan Anda untuk berbuat baik. Tetapi, temukanlah kenikmatan dalam hidupmu. Temukan kenikmatan pada setiap perbuatan baikmu. Temukan kenikmatan dalam kebaikan yang Anda lakukan. Bahkan dalam penderitaanmu, temukanlah kenikmatan”, Cak Nun menjelaskan bahwa yang menjadi fokus utama di Maiyah bukan tentang hasil proses kebaikan yang kita lakukan, tetapi ketika kita berbuat baik, kita merasakan kenikmatan, kegembiraan, kebahagiaan.

Menulis, Keberanian Meletakkan Kata

“Kebanyakan dari kita itu bisa menulis tetapi tidak semua mampu bercerita”, Erik Supit menerangkan bahwa kemampuan menulis tidak bisa dilepaskan dari kemampuan bertutur. Secara tidak langsung, seorang yang piawai dalam menulis pasti juga memiliki kemampuan public speaking yang baik. Salah satu contoh sosok yang sangat nyata bagi kita adalah Cak Nun. Kita melihat bagaimana Cak Nun adalah seorang penulis yang sangat produktif sekaligus memiliki kemampuan berbicara yang sangat baik.

Membangun Kemesraan dan Cinta di Kenduri Cinta

SEORANG PRIA berbadan kekar, terdapat tattoo di lengan kanannya. Kaos yang dikenakan pun sepertinya memang ia pilih yang lengannya pendek, supaya tattoo tersebut dilihat orang. Orang lain yang pertama melihat sudah pasti akan berprasangka bahwa laki-laki bertatto itu adalah preman. Laki-laki itu memperkenalkan diri, Budi namanya. Di sesi awal Kenduri Cinta, ia memberanikan diri untuk…

Workshop Desain Visual Publikasi Maiyah

Apa maksud dari “Jadikan Maiyah sebagai beban”? Maiyah adalah pusaka bagi kita sebagai Jamaah Maiyah, sehingga apapun yang kita lakukan di Maiyah, salah satu pijakan utamanya adalah bahwa kita membawa nama Maiyah. Tidak terkecuali dengan materi publikasi Maiyahan yang setiap bulan dirilis oleh setiap Simpul Maiyah, segala prosesnya harus bermula dari keberangkatan bahwa Maiyah adalah pusaka bagi mereka.

Ikhlas Berdaulat Menjadi Diri Sendiri Seutuhnya

Malam itu Cak Nun menyampaikan, dengan adanya Maiyah ini kita bersama-sama menjadikan forum Maiyahan untuk menemukan jati diri kita masing-masing. Untuk menemukan siapa kita dan bagaimana seharusnya kita bersikap dalam kehidupan ini. Konsep keseimbangan yang ditawarkan oleh Maiyah adalah mekanisme yang juga harus terus-menerus kita asah, sehingga pada akhirnya kita akan mampu menemukan kedaulatan dalam diri kita sendiri. Kita menjadi diri kita sendiri, bukan menjadi orang lain yang bukan diri kita.

Jalan Sunyi Menturo-Bojonegoro

Kegembiraan dan kemeriahan Padhangmbulan tidak hanya dirasakan oleh jamaah yang hadir. Rangkaian sajian dari adik-adik dan ibu-ibu yang memainkan terbangan dan shalawatan pada awal acara, personel Letto dan KiaiKanjeng yang berkolaborasi, serta Cak Nun dan Cak Fuad beserta para narasumber yang berada diatas panggung menyuguhkan kegembiraan dan suasan khidmat hingga akhir acara. Peristiwa percintaan yang sepertinya berat untuk ditinggalkan oleh ribuan jamaah yang hadir di Padhangmbulan malam hingga pagi tadi. Kerinduan pun tiba-tiba menyerbu, padahal baru sesaat berpisah sementara waktu usai bertemu.