From Kabar

Kemesraan Dalam Guyuran Hujan di Kenduri Cinta

“Saya tidak pernah menganjurkan Anda untuk berbuat baik. Tetapi, temukanlah kenikmatan dalam hidupmu. Temukan kenikmatan pada setiap perbuatan baikmu. Temukan kenikmatan dalam kebaikan yang Anda lakukan. Bahkan dalam penderitaanmu, temukanlah kenikmatan”, Cak Nun menjelaskan bahwa yang menjadi fokus utama di Maiyah bukan tentang hasil proses kebaikan yang kita lakukan, tetapi ketika kita berbuat baik, kita merasakan kenikmatan, kegembiraan, kebahagiaan.

Menulis, Keberanian Meletakkan Kata

“Kebanyakan dari kita itu bisa menulis tetapi tidak semua mampu bercerita”, Erik Supit menerangkan bahwa kemampuan menulis tidak bisa dilepaskan dari kemampuan bertutur. Secara tidak langsung, seorang yang piawai dalam menulis pasti juga memiliki kemampuan public speaking yang baik. Salah satu contoh sosok yang sangat nyata bagi kita adalah Cak Nun. Kita melihat bagaimana Cak Nun adalah seorang penulis yang sangat produktif sekaligus memiliki kemampuan berbicara yang sangat baik.

Membangun Kemesraan dan Cinta di Kenduri Cinta

SEORANG PRIA berbadan kekar, terdapat tattoo di lengan kanannya. Kaos yang dikenakan pun sepertinya memang ia pilih yang lengannya pendek, supaya tattoo tersebut dilihat orang. Orang lain yang pertama melihat sudah pasti akan berprasangka bahwa laki-laki bertatto itu adalah preman. Laki-laki itu memperkenalkan diri, Budi namanya. Di sesi awal Kenduri Cinta, ia memberanikan diri untuk…

Workshop Desain Visual Publikasi Maiyah

Apa maksud dari “Jadikan Maiyah sebagai beban”? Maiyah adalah pusaka bagi kita sebagai Jamaah Maiyah, sehingga apapun yang kita lakukan di Maiyah, salah satu pijakan utamanya adalah bahwa kita membawa nama Maiyah. Tidak terkecuali dengan materi publikasi Maiyahan yang setiap bulan dirilis oleh setiap Simpul Maiyah, segala prosesnya harus bermula dari keberangkatan bahwa Maiyah adalah pusaka bagi mereka.

Ikhlas Berdaulat Menjadi Diri Sendiri Seutuhnya

Malam itu Cak Nun menyampaikan, dengan adanya Maiyah ini kita bersama-sama menjadikan forum Maiyahan untuk menemukan jati diri kita masing-masing. Untuk menemukan siapa kita dan bagaimana seharusnya kita bersikap dalam kehidupan ini. Konsep keseimbangan yang ditawarkan oleh Maiyah adalah mekanisme yang juga harus terus-menerus kita asah, sehingga pada akhirnya kita akan mampu menemukan kedaulatan dalam diri kita sendiri. Kita menjadi diri kita sendiri, bukan menjadi orang lain yang bukan diri kita.

Jalan Sunyi Menturo-Bojonegoro

Kegembiraan dan kemeriahan Padhangmbulan tidak hanya dirasakan oleh jamaah yang hadir. Rangkaian sajian dari adik-adik dan ibu-ibu yang memainkan terbangan dan shalawatan pada awal acara, personel Letto dan KiaiKanjeng yang berkolaborasi, serta Cak Nun dan Cak Fuad beserta para narasumber yang berada diatas panggung menyuguhkan kegembiraan dan suasan khidmat hingga akhir acara. Peristiwa percintaan yang sepertinya berat untuk ditinggalkan oleh ribuan jamaah yang hadir di Padhangmbulan malam hingga pagi tadi. Kerinduan pun tiba-tiba menyerbu, padahal baru sesaat berpisah sementara waktu usai bertemu.

Logo 16 Tahun Kenduri Cinta

Kenduri Cinta selalu mengeluarkan logo dihari jadinya, seperti pada usianya di 16 tahun ini. Konsep logo 16 tahun Kenduri Cinta kali ini, menekankan bahwa selama ini, Jamaah Maiyah bersama-sama selama 16 Tahun melingkar, menekun, menajamkan rasa dan pikiran, mengolah nilai menjadi kemuliaan serta mengutuhkan persaudaraan. Semangat kebersamaan ini yang terus terjaga selama 16 tahun merupakan satu wujud kesyukuran yang patut juga kita tularkan kepada simpul-simpul Maiyah yang tersebar di beberapa daerah dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Semangat ini yang menjadi refleksi kemurnian Maiyah saat ini.

#63TahunCakNun

Jumat tanggal 27 Mei 2016, netizen yang sudah akrab di media social twitter mungkin merasa aneh ketika mengintip salah satu ruang di tampilan twitter mereka. Jika biasanya di daftar trending topic yang muncul itu nama artis, sebuah peristiwa atau isu politik yang hangat, atau sebuah tagar yang berbayar. Tapi tidak demikian dengan yang terjadi pagi ini. Tagar #63TahunCakNun sukses menyelinap di antara topik-topik lainnya yang saat ini menjadi perbincangan di twitter cukup menjadi bukti bahwa Cak Nun memiliki tempat khusus. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa apa yang dilakukan Cak Nun meninggalkan bekas yang mendalam dalam hati mereka.

Innalillaahi wa inna Ilaihi Rooji’uun…. Ibu Dewi Islamiyanto

Keluarga besar Maiyah Nusantara hari ini kembali berduka. Ibu Dewi Islami, istri salah satu vokalis Gamelan KiaiKanjeng, Islamiyanto, pagi ini dipanggil oleh Allah SWT dalam keadaan hamil dan menunggu saat-saat melahirkan. Kabar duka tersebut datang pagi ini, dan mengejutkan semuanya. Begitulah Allah merahasiakan kapan akan datangnya kematian.