From Reportase Kenduri Cinta

Literasi Utama

SERIBU BAYANG PRASANGKA

Bekal utama manusia itu bukan ilmu, tetapi tawadhlu’, rendah hati dan tahu diri. Bahasa jawanya biso rumongso bukan rumongso biso. Sementara kita melihat hari ini yang terjadi adalah pementasan parade rumongso biso. Di Kenduri Cinta kita belajar menyajikan masakan, bukan enak atau tidak enaknya melainkan ketulusan dan keikhlasan hati kita ketika memasaknya. Surat Al-Hujurat ayat 12, disebutkan inna ba’dhlo dhzonni itsmun, sebagian dari prasangka itu adalah dosa. Dari ayat itu, kita belajar bahwa dengan berprasangka saja kita sudah berdosa. Selain itu, ada kalimat walaa tajassasu, ayat ini mengajarkan kita untuk tidak menjadi “intel” bagi orang lain, kecuali dalam rangka untuk menunjukkan apresiasi dan empati kepada orang lain. Dalam ayat itu juga terdapat peringatan agar manusia tidak menggunjing satu sama lain. Diibaratkan Allah, barangsiapa yang mempergunjingkan orang lain itu sama saja dengan memakan bangkai saudaranya sendiri.

TUAN RUMAH DIRI SENDIRI

Pada konsep manusia ruang dan manusia perabot, jadilah ruang. Ruang adalah wilayah yang menampung perabotan (hardware). Konsep rumah tidak terletak pada fisiknya, melainkan ruangnya. Begitu juga kita sebagai manusia, jika kita mampu menjadi manusia ruang maka kita tidak akan disibukkan dengan hal-hal yang bersifat material, jadilah ruang yang menampung itu semua. Kesempitan terjadi sebab banyak manusia berpedoman pada dimensi perabot, dimana mereka harus mencari ruang yang tepat untuk menempatkan diri.

ANSHOR MAIYAH

Seluruh peristiwa dalam hidup ini adalah hijrah. Kita semua pada hakikatnya adalah muhajirin. Kita menjalani proses hijrah setiap hari. Kita berhijrah dari keadaan hidup hari kemarin menuju hidup hari ini. Jamaah Maiyah menolong dirinya sendiri, karena kita merangkap jabatan. Kita ini muhajirin sekaligus anshor. Di Maiyah kita melatih diri kita menjadi manusia yang mempunyai kedaulatan dan kemandirian serta keberanian hidup, meski tidak punya apa-apa.

AMENANGI ZAMAN NOW

Kita mencemaskan kematian pada banyak hal, kematian nilai, kematian ideologi, kematian akidah, tetapi kelahiran-kelahiran baru juga sedang berlangsung. Maiyah adalah kelahiran bagi Indonesia yang akan datang. Di Maiyah tercurah wacana-wacana keilmuan, khasanah, kebijaksanaan, nilai-nilai, yang sifatnya masih glepung, diperlukan pengolahan lebih lanjut agar menghasilkan padatan-padatan ilmu baru.

THE SHOW MUST GOAT-ON

The Show Must Goat-On maksudnya adalah bahwa kambing-kambing harus menentukan patokannya masing-masing dalam menjalani kehidupan. Manusia ditawari Alquran, dikasih panduan untuk supaya dia mencari patokannya sendiri. Maiyah hadir untuk menawarkan nilai. Maiyah itu software. Maiyah tidak untuk membentur siapa-siapa.

GURU-GURU PERADABAN

Judul Guru-guru Peradaban dipilih agar jamaah Maiyah memiliki kemandirian dan kedaulatan, sehingga mampu menjawab persoalan hidup dan zaman. Pendidikan adalah keadaan dimana murid belajar bukan guru mengajari. Tugas guru adalah membimbing murid untuk menemukan ilmu yang dipendarkan oleh Allah. Murid akhirnya menjadi mandiri dan memiliki kedaulatan untuk menemukan ilmu.

MEMBACA AMSAL

Ilmu itu menemukan perbedaan, sedang kebijaksanaan adalah menemukan kesamaan dari yang berbeda-beda itu. Khasanah ilmu modern tidak mengenal karomah, barokah, hidayah, rahmat, ilham dan sebagainya. Tidak dengan pengetahuan Maiyah. Dengan pengetahuan yang kita miliki, kita mengasuh dunia. Kesadaran orang Maiyah adalah tidak bermimpi untuk dipahami oleh orang modern. Tugas Maiyah itu membaca, bukan dibaca. Maiyah yang harus membaca mereka yang tidak paham dengan Maiyah. Kita yang membaca dan memahami Indonesia.

BELENGGU PEMIMPIN

Pemimpin itu satrio pinandhito sinisihan wahyu. Tidak mungkin satria itu tidak jujur, tidak mungkin satria menyakiti hati rakyatnya. Pinandhita adalah orang yang sudah tidak lagi memikirkan dunia, ia zahid, tidak memiliki kepentingan politik. Sinisihan wahyu artinya ia dibimbing, dikawal, didampingi oleh Allah, terus-menerus, sehingga saat mengambil keputusan, apapun itu, selalu dinaungi hidayah Allah.

PERJALANAN KEBAHAGIAAN

Segala urusan di dunia bermuara pada dua hal, bahagia atau tidak bahagia, hal itu tergantung pada manajemen peletakan hati dan tatanan pikiran terhadap apapun yang kita alami. Penderitaan pun tak selalu berposisi sebagai antitesis dari kebahagiaan. Rasa tidak bahagia bisa merupakan salah satu bahan dari kebahagiaan, karena hidup adalah lipatan-lipatan yang tidak linier.

EVOLUSI 4 MINUS

Khilafah itu seperti benih. Ia harus disemai, ditanam, kemudian dirawat. Benih itu bisa saja ditanam di tempat atau tanah yang berbeda yang ramuannya tidak sama. Ada tanah yang menghasilkan khilafah dalam bentuk republik, ada khilafah yang berbentuk kesultanan, persemakmuran dan sebagainya. Puncak evolusi ialah khalifatullah; manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi.