TUAN RUMAH DIRI SENDIRI

Pada konsep manusia ruang dan manusia perabot, jadilah ruang. Ruang adalah wilayah yang menampung perabotan (hardware). Konsep rumah tidak terletak pada fisiknya, melainkan ruangnya. Begitu juga kita sebagai manusia, jika kita mampu menjadi manusia ruang maka kita tidak akan disibukkan dengan hal-hal yang bersifat material, jadilah ruang yang menampung itu semua. Kesempitan terjadi sebab banyak manusia berpedoman pada dimensi perabot, dimana mereka harus mencari ruang yang tepat untuk menempatkan diri.

Artikel sebelumnya

Membangun Kemesraan dan Cinta di Kenduri Cinta

SEORANG PRIA berbadan kekar, terdapat tattoo di lengan kanannya. Kaos yang dikenakan pun sepertinya memang ia pilih yang lengannya pendek, supaya tattoo tersebut dilihat orang. Orang lain yang pertama melihat sudah pasti akan berprasangka bahwa laki-laki bertatto itu adalah preman. Laki-laki itu memperkenalkan diri, Budi namanya. Di sesi awal Kenduri Cinta, ia memberanikan diri untuk…

Filter Prasangka

Prasangka buruk akan melahirkan kebencian, sedangkan prasangka baik sangat mungkin melahirkan rasa cinta. Jika sudah cinta, gelora semangat untuk dapat dekat memang sangatlah kuat, bukan hanya ingin dekat, bahkan mempertaruhkan segalanya pun sangat mungkin dilakukan. Meskipun terkadang ekspresi dari cinta menguasai diri untuk bertindak melewati batasan-batasan yang semestinya tidak dilanggar. Tapi siapa yang dapat disalahkan jika cinta mendorong orang untuk berusaha mendapatkan perhatian dari yang dicintai. Walaupun seringkali tindakan yang berlebihan dalam mengekspresikan cinta justru malah kontra produktif terhadap usahanya supaya mendapatkan perhatian dan kedekatan dari orang yang dicintai.

Limang Taun Juguran

Di tengah masyarakat pedesaan yang mulai kehilangan karakter desanya, karakter masyarakat kota yang cenderung menuntut ketimbang memberi sudah terkontaminasi dan susah untuk dihindari. Gaya hidup individualis semakin marak dan mengikis budaya hidup srawung bebrayan urip. Kenyataan ini-pun terjadi di wilayah Karsidenan Banyumas tempat dimana Forum Maiyah Juguran Syafat lahir lima tahun lalu. Di saat kultur budaya Cablaka khas Wong Banyumas sudah mulai memudar, otomatis dengan adanya Juguran Syafaat budaya Cablaka dapat terpelihara dengan cara-cara juguran ini.

Ikhtiar Mulia Juguran Syafaat

Kesungguhan Juguran Syafaat berproses dalam 5 tahun ini sebenarnya membuat saya penasaran. Mau apa sebenarnya Juguran Syafaat ini? 5 tahun mereka istiqomah menyelenggarakan forum majelis ilmu di sudut kota Purwokerto. Sempat beberapa kali berpindah lokasi pelaksanaan karena satu dan lain hal, tidak lantas kemudian menyurutkan kesetiaan mereka dalam berproses.

Mukadimah: SERIBU BAYANG PRASANGKA

Kebencian maupun fanatisme yang berlebihan adalah akibat dari tidak seimbangnya informasi yang kita dapatkan. Fanatisme yang berlebihan tentu saja tidak menyehatkan bagi kita, begitu juga dengan kebencian yang berlebihan. Sementara dalam hidup kita, meskipun Allah membekali kita ayat; wa ‘asaa ‘an takrohu syaian wa huwa khoirun lakum wa ‘asaa ‘an tuhibbu syaian wa huwa syarrun lakum, toh pada kenyataannya prasangka dalam diri kita lebih dominan untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk bagi kita. Bahkan tidak jarang, yang menjadi pertimbangan baik atau buruk untuk kita adalah sesuatu yang kita sukai. Kita menganggap sesuatu itu baik, karena memang kita menyukainya. Kita menganggap sesuatu itu buruk karena kita membencinya.

Workshop Desain Visual Publikasi Maiyah

Apa maksud dari “Jadikan Maiyah sebagai beban”? Maiyah adalah pusaka bagi kita sebagai Jamaah Maiyah, sehingga apapun yang kita lakukan di Maiyah, salah satu pijakan utamanya adalah bahwa kita membawa nama Maiyah. Tidak terkecuali dengan materi publikasi Maiyahan yang setiap bulan dirilis oleh setiap Simpul Maiyah, segala prosesnya harus bermula dari keberangkatan bahwa Maiyah adalah pusaka bagi mereka.