ALGORITME RAHMAT

“Orang Maiyah punya algoritme berpikir dan algoritme batin dengan pemetaan keluar dan ke dalam dirinya  secara berbeda dari orang kebanyakan. Dan itu merupakan salah satu rahmat yang saya syukuri”, Cak Nun melanjutkan sembari menjelaskan bahwa keinginan untuk berkumpul bersama seperti biasanya juga dirasakan oleh Cak Nun sehingga acara bertemu penggiat Simpul Maiyah di Jawa Timur dan Jawa Tengah itu dilaksanakan. Selain itu, Cak Nun juga ingin memastikan secara langsung, setidaknya dari Simpul Maiyah sendiri bahwa para penggiatnya telah berhasil melewati masa-masa yang sulit di masa pandemi  ini.

Artikel sebelumnya

Silaturahmi Lintas Generasi Penggiat Kenduri Cinta

Tanpa ada rancangan khusus, hanya pertemuan sederhana, agar silaturahmi tetap tersambung. Karena sudah lama tidak berjumpa, maka penggiat Kenduri Cinta kemudian spontan menghubungi penggiat-penggiat Kenduri Cinta generasi awal di tahun 2000. Yang diundang pun lintas generasi, dari generasi awal hingga generasi terkini di Kenduri Cinta. Semua yang terjangkau di data base kontak, diundang. Meskipun tidak semuanya bisa hadir. Dan tentu saja, penggiat Kenduri Cinta hari ini yang menjadi host dalam pertemuan ini.

Mas Beben, Selamat Bertemu Audiensmu yang Utama

Jazz merupakan manifestasi kegelisahan orang kulit hitam yang pada masa itu berada dalam tekanan hidup sehingga mereka hanya bisa bebas di dunia musik. Kebebasan itu terwujud dalam improvisasi yang sifatnya spontan. Filosofi Jazz adalah bermain sambil mendengar. Anatomi musik Jazz selalu memberikan kesempatan orang untuk ngomong. Di dalam Jazz ada tema yang bisa dimainkan dalam bentuk instrumental maupun nyanyian.

21 Tahun Kenduri Cinta

Sekarang sudah satu generasi yang bermaiyah. Kenduri Cinta, yang berasal dari hijrah dari kekacauan reformasi, kepada cahaya yang cerah. Dipimpin oleh Cak Nun dengan bantuan dari tokoh yang signifikan, dan yang penuh arti masing2. Cak Fuad, Syeikh Nursamad Kamba, Mas Toto, Mas Uki, Andi Priok, Pak Franky Welirang, Mbah Surip dan masih banyak lagi, we love you full! Yang sudah wafat, kami ingat dengan cinta yang tinggi. Yang tetap sama kita, kami sangat bersyukur. Mas Gandhie, Rony, Syahid, Adi: Sekretaris, administrator dan pendamping yang setia dan konstan, kami sangat berterima kasih. Letto, Sabrang, bagian besar dari Kenduri Cinta, nadanya sebelum cahaya, ruang rindu, guru muda untuk generasi yang datang dan yang akan berikut. Kontribusi anda adalah yang sangat besar. 

SAMBUNG SINAMBUNG SILATURAHMI PATRIOT SAKINAH

“Mungkin ada yang salah dan sangat serius yang dilakukan oleh manusia selama ini. Mungkin dalam urusan pergaulan, budaya maupun dalam bermasyarakat, berorganisasi, bernegara dan beragama”, Cak Nun menambahkan. Selama ini manusia sebenarnya sudah dibekali tuntunan yang lengkap. Dalam beragama misalnya, sudah diberi panduan yang jelas, tetapi tetap saja antar umat beragama selalu ada konflik dan perdebatan yang ujungnya adalah perpecahan. Ada yang saling mengkafirkan, membid’ahkan dan lain sebagainya. Ada banyak sekali contoh tersebut. Belum lagi dalam kehidupan bernegara. Silang sengkarut perbedaan pandangan politik saat ini telah mengakibatkan rusaknya tali silaturahmi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Akhirnya kita diputus oleh Tuhan silaturahminya, karena memang kita bertengkar terus”, lanjut Cak Nun.

Gelombang Cinta dan Kegembiraan dalam Silaturahmi

SEJAK tahun 2000, Kenduri Cinta hadir di tengah masyarakat Ibukota. Hampir rutin setiap Jumat malam pekan kedua tiap bulannya. Terselenggara di Taman Ismail Marzuki sebagai forum terbuka. Forum berlangsung sejak malam hari hingga menjelang subuh, menjadi oase yang bisa menampung siapa saja. Forum tempat berkumpul orang-orang dari berbagai latar belakang. Tidak lain untuk saling menggembirakan,…