TANAH AIR ALLAH

Kenduri Cinta mengajarkan kesabaran dan kelegaan hati. Kenduri Cinta tetap menjadi rumah bagi semua orang, menampung siapa saja, saling menjaga dan saling mengamankan. Kenduri Cinta dan Maiyah harus terus berjalan, karena manfaat bagi pribadi maupun lingkungan sangat terasa, membangun mental, meneguhkan hati, menjernihkan pikiran, menjadi pribadi manusia yang sesungguhnya yang bisa menghargai manusia yang lainnya.

Artikel sebelumnya

Kenduri Puisi Dalam Ijazah Maiyah

Ditekankan oleh Cak Nun, Ijazah Maiyah tidak hanya dikhususkan oleh orang-orang yang besar, tokoh terkemuka atau orang yang terkenal. Tidak. Ijazah Maiyah diperuntukan kepada siapapun saja, manusia-manusia murni yang penuh dengan keteladanan untuk menjadi insan kamil, menjadi manusia yang sejati. Di tengah arus besar globalisasi asfala safilin sosok tiga pujangga itu menjadi teladan Ahsanu Taqwim sebagaimana yang Allah maksudkan.

Bukan, Sutardji Bukan Sekadar Presiden Penyair

Puisi Sutardji Calzoum Bachri adalah puisi yang mendobrak pakem yang ada saat itu. Puisi-puisi dengan kata-kata konkret menjadi media ekspresi Sutardji untuk menumpahkan keresahan-keresahan yang ia rasakan. Yang juga unik dari puisi-puisi karya Sutardji Calzoum Bachri adalah seringkali ia menggabungkan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Daerah. Bagi sebagian orang tentu saja akan mempersulit dalam memahami kata-kata yang ada di puisi tersebut, namun secara tidak langsung pada akhirnya justru memperkenalkan kata-kata itu sendiri kepada khalayak penikmat puisi-puisinya.

Mukadimah: PRESIDEN SEJATI, PUJANGGA ABADI

Maiyah menemukan 5 prinsip nilai yang patut untuk dimiliki oleh manusia untuk tetap menjaga kesejatian dirinya. Ke-5 prinsip nilai itu adalah; Kebenaran, Kesungguhan, Otentisitas, Kesetiaan dan Keikhlasan. Manusia yang mampu menjaga integritasnya untuk tetap berpegang teguh pada 5 nilai tersebut adalah manusia-manusia yang layak diteladani. Tidak, mereka bukan tokoh besar, mereka bukan  orang hebat, mereka adalah manusia yang memang telah memerankan jati dirinya sebagaimana yang Allah kehendaki terhadap mereka. Maka, siapapun saja yang mampu menjaga keutuhan 5 nilai tersebut di dalam dirinya adalah manusia-manusia yang layak untuk diberi penghormatan berupa Ijazah Maiyah.

Tarian Rembulan di Langit Taman Ismail Marzuki

Sudah banyak orang yang menganggap Kenduri Cinta sebagai oase di ibukota. Saya tidak tahu apakah ungkapan tersebut berlebihan atau tidak, toh penilaian orang bisa saja berbeda, dan kita juga tidak berhak memaksa orang untuk menyamakan pendapatnya dengan apa yang kita yakini. Entah apa yang mereka maksud dengan “oase”?

19 Tahun Sedekah Maiyah Kenduri Cinta Untuk Indonesia

Kenapa kita bertahan di Maiyahan? Setiap bulan, kita datang ke forum seperti Kenduri Cinta ini, tanpa ada kepastian kita mendapatkan sesuatu berupa materi. Apa yang membuat kita betah di Maiyahan? Apakah karena sosok Emha Ainun Nadjib? Bisa saja demikian. Pemikiran Cak Nun memang menjadi fondasi utama yang kuat di Maiyahan, tetapi tidak hanya itu saja. Bagaimana Cak Nun menanamkan nilai-nilai kedaulatan dan kemandirian kepada kita.

Wasilah Silaturahmi Bernama Reboan

Bergaul bersama di forum Reboan membuat saya mempelajari makna dari sebutan perantaran lainnya, yakni wasilah. Sesuatu yang dapat membawa dekat kepada Pencipta dapat disebut wasilah. Kumpulan orang yang dekat dengan Tuhan dapat menjadi wasilah agar saya dapat ikut semakin dekat denganNya. Ibadah dan amal kebaikan juga dapat menjadi wasilah kepadaNya. Sehingga bersyukur adalah tindakan yang wajib saya lakukan, ketika bisa mulai menjadi akrab dengan kawan-kawan penggiat Kenduri Cinta.