SAMBUNG SINAMBUNG SILATURAHMI PATRIOT SAKINAH

“Mungkin ada yang salah dan sangat serius yang dilakukan oleh manusia selama ini. Mungkin dalam urusan pergaulan, budaya maupun dalam bermasyarakat, berorganisasi, bernegara dan beragama”, Cak Nun menambahkan. Selama ini manusia sebenarnya sudah dibekali tuntunan yang lengkap. Dalam beragama misalnya, sudah diberi panduan yang jelas, tetapi tetap saja antar umat beragama selalu ada konflik dan perdebatan yang ujungnya adalah perpecahan. Ada yang saling mengkafirkan, membid’ahkan dan lain sebagainya. Ada banyak sekali contoh tersebut. Belum lagi dalam kehidupan bernegara. Silang sengkarut perbedaan pandangan politik saat ini telah mengakibatkan rusaknya tali silaturahmi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Akhirnya kita diputus oleh Tuhan silaturahminya, karena memang kita bertengkar terus”, lanjut Cak Nun.

Artikel sebelumnya

Gelombang Cinta dan Kegembiraan dalam Silaturahmi

SEJAK tahun 2000, Kenduri Cinta hadir di tengah masyarakat Ibukota. Hampir rutin setiap Jumat malam pekan kedua tiap bulannya. Terselenggara di Taman Ismail Marzuki sebagai forum terbuka. Forum berlangsung sejak malam hari hingga menjelang subuh, menjadi oase yang bisa menampung siapa saja. Forum tempat berkumpul orang-orang dari berbagai latar belakang. Tidak lain untuk saling menggembirakan,…

Logo Baru Kenduri Cinta

PADA momen ini penggiat Kenduri Cinta merilis logo baru. Dengan semangat kebersamaan, egaliter, tanpa sekat, maka dipilihlah logo baru berupa susunan huruf kecil tanpa jeda; ‘kenduricinta’ dalam logo yang baru merupakan lambang yang menegaskan nilai-nilai dan semangat kebersamaan dalam ikatan yang egaliter.

Mukadimah: SAMBUNG SINAMBUNG SILATURAHMI – PATRIOT SAKINAH

Perjumpaan rutin setiap Jumat pekan kedua di Taman Ismail Marzuki adalah forum terbuka yang guyub, setiap orang dapat turut serta terlibat menghidupkan atmosfernya. Tanpa penjagaan keamanan, karena pada dasarnya setiap yang hadir saling menjaga acara, saling mengamankan. Duduk lesehan menghampar di sekitar panggung. Sebagian ada yang berdiri berjubel. Berkumpul dengan orang-orang yang mengedepankan kebersamaan dan kegembiraan, pastinya suasana ini selalu dirindukan. Layaknya oase, Kenduri Cinta selalu menyegarkan. Seperti pohon rindang, Kenduri Cinta memberikan kesejukan dan keteduhan.

Menghikmahi Tahun 2020, Bekal Menjalani Tahun 2021

Sepanjang tahun 2020, Kenduri Cinta memang tidak terselenggara genap 12 edisi. Tercatat hanya 4 edisi Kenduri Cinta terlaksana sepanjang tahun ini. Di Bulan Januari, Februari, dan Maret yang diselenggarakan di Plaza Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta. Sementara, di tengah masa pandemic Kenduri Cinta edisi September 2020 dilaksanakan secara daring. Begitu juga dengan forum Reboan yang menjadi sumbu utama keberlangsungan forum Kenduri Cinta ini, tidak genap terlaksana selama 52 kali di tahun ini.

Wali Ziro’ah

Maiyahan Kenduri Cinta yang diselenggarakan di Plaza Taman Ismail Marzuki sebenarnya hanyalah forum Reboan yang skalanya diperbesar. Maka sebenarnya forum Reboan Kenduri Cinta juga merupakan forum yang terbuka untuk umum, yang diselenggarakan setiap Rabu malam di Taman Ismail Marzuki. Sebelumnya, Reboan digelar di teras Galeri Cipta II. Namun karena area TIM sedang proses pemugaran, maka Reboan bergeser tempatnya di teras Pepustakaan Daerah di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta.