DOSA KEJUJURAN

Presiden hanya salah satu onderdil, salah satu part dari sistem, sebuah negara. Ditegaskan oleh Cak Nun, salah satu tujuan Cak Nun menemani kita di maiyahan adalah dalam rangka mempersiapkan part-part yang lain, agar melengkapi kelengkapan onderdil yang sudah ada. Harapannya, kelak Indonesia menjadi lebih baik pada saat generasi hari ini, yang terlibat di maiyahan, ikut mengelola Indonesia. Karena sebuah kesebelasan tidak hanya tergantung pada siapa pelatihnya, atau kaptennya, melainkan adalah bagaimana teamwork berjalan atau tidak.

Artikel sebelumnya

Tarian Rembulan di Langit Taman Ismail Marzuki

Sudah banyak orang yang menganggap Kenduri Cinta sebagai oase di ibukota. Saya tidak tahu apakah ungkapan tersebut berlebihan atau tidak, toh penilaian orang bisa saja berbeda, dan kita juga tidak berhak memaksa orang untuk menyamakan pendapatnya dengan apa yang kita yakini. Entah apa yang mereka maksud dengan “oase”?

19 Tahun Sedekah Maiyah Kenduri Cinta Untuk Indonesia

Kenapa kita bertahan di Maiyahan? Setiap bulan, kita datang ke forum seperti Kenduri Cinta ini, tanpa ada kepastian kita mendapatkan sesuatu berupa materi. Apa yang membuat kita betah di Maiyahan? Apakah karena sosok Emha Ainun Nadjib? Bisa saja demikian. Pemikiran Cak Nun memang menjadi fondasi utama yang kuat di Maiyahan, tetapi tidak hanya itu saja. Bagaimana Cak Nun menanamkan nilai-nilai kedaulatan dan kemandirian kepada kita.

Wasilah Silaturahmi Bernama Reboan

Bergaul bersama di forum Reboan membuat saya mempelajari makna dari sebutan perantaran lainnya, yakni wasilah. Sesuatu yang dapat membawa dekat kepada Pencipta dapat disebut wasilah. Kumpulan orang yang dekat dengan Tuhan dapat menjadi wasilah agar saya dapat ikut semakin dekat denganNya. Ibadah dan amal kebaikan juga dapat menjadi wasilah kepadaNya. Sehingga bersyukur adalah tindakan yang wajib saya lakukan, ketika bisa mulai menjadi akrab dengan kawan-kawan penggiat Kenduri Cinta.

Maiyah, Kenduri Cinta dan Popularitas

Ribuan orang telah datang di forum ini. Ada yang rutin datang setiap bulan, ada yang datang sesekali, ada yang hanya sekali datang kemudian tidak datang lagi, ada juga yang hanya menikmati forum ini dari kejauhan, melalui dunia maya. Lihatlah betapa ramainya forum ini pada setiap gelarannya. Di area parkir Taman Ismail Marzuki, orang duduk berkumpul bersama, sejak selepas isya’ hingga menjelang subuh.

Seng Nandur Pari, Ora Bakal Panen Alang-Alang

Rasa syukur yang besar karena kita diberikan anugerah yang besar ini, didalam iklim dan suasana disekitar yang saat ini yang baik secara berlangsung maupun tidak langsung acapkali menambah beban pikiran, tekanan mental, menaikkan emosi dan menimbulkan stres yang mempengaruhi kejernihan pikiran dan ketenangan batin kita, Allah masih menganugerahkan kenduri cinta kepada kita untuk terus menanam kebaikan, kebahagiaan dan bersedekah dalam berbagai skala dan dimensi kehidupan.

Hari Raya Kenduri Cinta

Tak ubahnya berpuasa, yang hakekat artinya adalah menahan diri. Hidup di Jakarta itu keras. Kata orang, ibukota lebih kejam daripada ibu tiri. Waktu yang menggilas kehidupan. Kemacetan sepanjang jalan. Wajah-wajah angker di tengah kota. Persaingan kanan kiri, gesek sana, dorong sini. Gaya hidup individualis. Memaksa kita sedikit tidak menjadi manusia. Melupakan diri dari yang sejati. Disitulah, kita butuh hari raya.