From Redaksi

Semangat Baru di Hari Pertama Sekolah

Sekolah sudah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat, sebuah lembaga pendidikan yang orang tua menyekolahkan anak-anak mereka dengan harapan agar mendapat pendidikan yang layak. Berbagai jenjang pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi sudah disediakan oleh pemerintah. Lembaga pendidikan swasta juga banyak berdiri di tengah-tengah kita. Singkatnya, ada banyak pilihan lembaga pendidikan bagi orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka.

Negara di Lapangan Hijau

Tim Nasional U-19 Indonesia sedang bertanding dalam turnamen AFF U-19 yang tahun ini kita kembali menjadi tuan rumah. Gelora Delta Sidoarjo pada tahun 2014 menjadi saksi bersejarah bagaimana Evan Dimas memimpin anak-anak muda U-19 dibawah asuhan Coach Indra Sjafri meraih gelar juara. Tahun ini, dengan susunan pemain yang tentu berbeda dari 4 tahun yang lalu, Coach Indra Sjafri kembali didapuk untuk membimbing anak-anak muda U-19. Sejauh ini, kita diperlihatkan penampilan yang apik dari anak-anak muda U-19 ini. 4 kemenangan beruntun telah diraih. Laos, Singapura, Filipina dan Vietnam berhasil dikalahkan. 12 poin telah dikemas Garuda Muda, sekaligus memastikan satu tempat di babak semifinal.

Revolusi Diri Menuju Kesejatian dan Keseimbangan Negara

Sebuah backdrop terpasang di area belakang panggung bertuliskan “Tak Kunjung Negara” yang memang menjadi tema utama Kenduri Cinta kali ini. Tema yang tidak mudah dikupas, mengingat Kenduri Cinta ini bukanlah sebuah fakultas dari sebuah universitas yang memiliki kemampuan akademis menjelaskan apa itu Negara. Tetapi, beginilah Maiyahan berlangsung, mengangkat tema apa saja bukan untuk merasa diri paling unggul dan paling mampu dalam menjelaskan sesuatu maupun menemukan solusi dari sebuah persoalan. Maiyahan selama ini menyelenggarakan sinau bareng, sebuah konsep pembelajaran bersama, dengan fondasi kesadaran yang kuat untuk mencari apa yang benar bukan siapa yang benar.

Mukadimah: TAK KUNJUNG NEGARA

Proklamasi kemerdekaan lebih menyerupai sebuah klimaks perjuangan kemerdekaan untuk segera melepaskan diri dari penjajahan negara lain ketimbang lahirnya sebuah negara-bangsa. Setelah proklamasi pun tidak serta merta Republik Indonesia langsung diakui dan diterima oleh negara-negara tetangga dan mata dunia. Luas teritorial geografis Negara Indonesia pun berubah. Dengan dinamika politik nasional dan internasional, bentuk negara Indonesia pernah berubah bebeberapa kali bentuk kenegaraan dan konstitusinya. Republik Indonesia yang diproklamasikan tahun 1945, pada tahun 1949 pernah menjadi Republik Indonesia Serikat sebelum akhirnya kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lepasnya Timor Leste di tahun 1999 berpengaruh terhadap luas teritorial georafis NKRI. Begitupun dengan perubahan UUD’45 di tahun 2002 yang juga sebenarnya telah merubah konstitusi negara. Selanjutnya, praktek demokrasi dengan pemilihan umum langsung nyata-nyata sangat berpengaruh terhadap legitimasi kekuasan pemerintahan lima tahunan terhadap negara.

Yang Bermain Bola Bukan Hanya Kita

Begitu mudahnya Tuhan memperhinakan manusia, andai saja Dia menghendaki. Piala Dunia 2018 ini merupakan sebuah amsal yang sangat nyata. Pemain-pemain bertalenta seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Andres Iniesta, Thomas Muller, Mohammed Salah dan banyak lagi pemain-pemain terbaik era ini yang harus merasakan betapa sakitnya sebuah kegagalan. Mereka adalah pemain yang bermain di negara-negara dengan tradisi sepakbola yang baik, bahkan mereka juga bermain di liga terbaik saat ini, nyatanya tak mampu memuaskan hasrat para pendukungnya.

Piala Pilkada

Ada kesamaan antara piala dunia yang sedang terjadi dengan pilkada serentak yang akan dilaksanakan di berbagai daerah pada Rabu 27 Juni 2018 mendatang, untuk memilih Gubernur, Bupati, dan atau Walikota. Bedanya juga banyak. Rangkaian kampanye dan debat layaknya tim kesebelasan menyusun serangan dan pertahan dari serangan lawan. Tapi yang diharapkan para kandidat adalah dukungan suara supaya para pemilih dapat memasukan gol-gol pilihan pada gawang suaranya. Segala macam strategi telah juga diterapkan. Pilkada serentak kali ini benar-benar menyita perhatian masyarkaat Indonesia secara luas. Tak heran jika akhirnya para petinggi partai pun “turun gunung” ke daerah-daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada hari rabu nanti.

Setelah Mudik, Kita Kembali Berpuasa

Berduyun-duyun orang keluar dari Ibukota Jakarta dan Kota-kota besar lainnya menjelang hari Lebaran. Menggunakan berbagai moda transportasi baik darat, laut, atau udara menuju kampung halaman. Bagi yang menggunakan kendaraan umum, tiket perjalanan sudah di pesan jauh-jauh hari. Sedangkan yang menggunakan kendaraan pribadi, kemungkinan terjebak macet selalu menghantui. Begitu juga setelah hari Lebaran, mulai berduyun-duyun orang balik ke Kota tempat mereka menjalankan aktivitas hidup sehari-hari.

Setapak Paska 18 Tahun Kenduri Cinta

Nampak tidak ada yang berlebihan pada Kenduri Cinta 8 Juni 2018. Seperti biasa tenda, sound system, karpet-terpal, dan panggung ditata sederhana. Wirid Wabal sebagai pembukaan forum dimulai setelah usai waktu shalat Tarawih. Dilanjutkan penampilan Hadrah dan diskusi sesi awal yang melibatkan penggiat untuk berbagi pengalaman menjalankan tugas dan pernak-pernik peran mengelola forum. Semua pegiat adalah volunteer yang mensedekahkan waktu, pikiran, dan tenaga di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari. Forum diskusi berlanjut, Jamaah yang memadati pelataran Plaza Taman Ismail Marzuki semakin larut  dalam kebersamaan. Kehadiran Cak Nun beserta Ibu Novia Kolopaking di tengah acara semakin menambah kegembiraan yang sedang berlangsung.

Mukadimah: FASTABIQUL HAIBAT

Keinginan supaya dinilai hebat sering kali menjadi beban. Padahal, asalkan konsisten yang dilakukan benar dan dijalankan sebaik mungkin, pengakuan kehebatan bakal menjadi efek dari yang diusahakan. Justru manakala pengakuan kehebatan dijadikan tujuan perbuatan, ketika yang dilakukan tidak mendapat tanggapan positif dari orang lain akan muncul kekecewaan. Alih-alih meneruskan kebaikan yang sudah jalan, bisa jadi berhenti dan enggan untuk melanjutkan.

Batas Kehebatan

Dan seperti inilah forum Maiyahan berlangsung di mana pun saja. Simpul Maiyah yang tersebar di seluruh daerah, menyelenggarakan keberlangsungan forum masing-masing secara swadaya, mandiri, tidak bergantung pada sosok, kesetiaan dan semangat menyebarkan nilai-nilai Maiyah terus terjaga. Tak ada komando, karena memang tidak ada struktur organisasi yang saklek di Maiyah. Namun demikian bukan berarti tidak tersambung antara satu dengan yang lainnya, justru dengan pola organisme yang tumbuh secara alami, satu sama lain saling terikat. Ikatan yang mengikat adalah hubungan persaudaraan yang tulus dan ikhlas, sehingga setiap langkah yang diambil tidak serampangan, saling mengingatkan, saling menguatkan satu dengan yang lainnya.