From Redaksi

“DOSA KEJUJURAN”

Kali ini, kita mencoba mundur satu langkah, menyelami makna kejujuran. Apa sebenarnya maksud dari kata jujur, atau kejujuran. Ada yang memiliki pendapat bahwa kejujuran adalah kesesuaian sikap antara perkataan dan perbuatan. Ada juga yang memiliki pendapat bahwa kejujuran adalah menyampaikan informasi sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Jika A maka sampaikanlah A, jika B maka sampaikanlah B. Orang Islam sudah tidak asing lagi mendengar ungkapan Quli-l-haqqo walau kaana murron, katakanlah yang benar (jujur) meskipun itu pahit.

Mukadimah: AL-BIRR

Terhadap yang sedang dihadapi bangsa ini tidak cukup hanya di-khusnuzon-i bahwa retaknya persaudaraan, perpecahan, pertentangan, pertarungan bahkan perkelahian fisik terjadi hanya karena antara kebaikan dan kebaikan berbenturan karena perbedaan orientasi politik semata. Lelah dirasakan oleh masyarakat, dipaksa mengikuti ritual demokrasi dengan tontonan permusuhan, perdebatan dan kemarahan. Dan kita telah menyadari bahwa pecahnya tali persaudaraan bangsa Indonesia hari ini adalah ongkos mahal yang harus kita bayar untuk merayakan pesta demokrasi lima tahunan.

Mukadimah: NEITHER NOR

Berpihak kepada siapa kita sebaiknya? Kurawa atau Pandhawa? Apakah sudah pasti Pandhawa itu baik dan Kurawa itu buruk? Siapa yang lebih baik, Kresna atau Sengkuni? Dan hari ini, manakah yang lebih baik? Kiri atau Kanan? Sosialis atau Kapitalis? Radikal atau Liberal? Moderat atau Konservatif? Bahkan dulu, Bung Karno pernah menyatakan bahwa Sosialisme di Indonesia itu tidak sama dengan Sosialisme Uni Soviet, Cina, bahkan Yugoslavia. Kemana sebenarnya arah Negara ini akan dibawa? Kapitalis atau Sosialis? Nyatanya, Negara dan Pemerintah saja, kita masih gagap membedakan. Indonesia ini sebenarnya Republik atau Kerajaan? De jure-nya adalah Republik. De facto?

Mallalang Manannungan, Papperandang Ate

Maka lahirlah Papperandang Ate, jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kurang lebih artinya adalah menjernihkan hati. Tentu ada benang merahnya dengan lagu “Tombo Ati” yang pada medio pertengahan 90’an kembali dipopulerkan oleh Cak Nun dan KiaiKanjeng. Dari forum ini, mereka berharap agar Papperandang Ate menjadi sebuah forum yang menjernihkan hati setiap orang yang datang dan berkumpul.

Antara Fakta, Nyata, dan Makna

Kita hidup di dunia berhadapan dengan pilihan-pilihan. Dari pilihan-pilihan itu kemudian ada pilihan yang kita pilih, sebagian pilihan itu tidak membuat kita menyesal di kemudian hari karena telah memilih pilihan itu, sebagian pilihan yang lain sangat mungkin membuat kita menyesali mengapa pilihan itu yang kita pilih. Namun tentu saja, penyesalan itu berdasarkan atas pengalaman yang kita alami di kemudian hari.

Harapan Utopis Tentang Kepemimpinan

Berlangsungnya Negara hari ini sudah semakin terbiasa dengan mekanisme kekuasaan, kekuatan, dan kemenangan. Berlangsungnya kepemimpinan di Negara hari ini sudah benar-benar lepas dari konsep kepemimpinan, keseimbangan, apalagi kebersamaan. Dan yang terjadi hari ini adalah mekanisme konsep kemenangan, kekuasaan, dan kekuatan antar kelompok. Proyeksi pemilihan umum setiap lima tahun dilangsungkan tidak lebih sebagai media pertarungan untuk menentukan siapa yang mendapat giliran untuk menjadi penguasa, bukan menjadi pemimpin.

Yang Memberi Peringatan

Siapa seharusnya yang bertindak sebagai pemberi peringatan kepada para penguasa? Sementara hari ini, di Indonesia siapa yang berani mengkritik pemerintah akan dianggap sebagai bagian dari pihak oposisi pemerintah. Iklim demokrasi kita hari ini juga tidak sehat-sehat amat. Ketika ada yang mengapresiasi prestasi pemerintah, akan dianggap sebagai pendukung pemerintah. Sementara jika berposisi sebagai pemberi peringatan kepada pemerintah, akan dianggap sebagai bagian dari oposisi. Akibatnya kita tidak benar-benar berani menyatakan dengan jelas dimana posisi kita.

Mukadimah: INDONESYARIAH

Seperti halnya kata Syariah ini. Dalam khasanah Bahasa Arab, kata Syariah berakar dari kata Syari’. Sebuah kata yang juga memilki arti kata yang sama dengan kata; Sabiil, Thoriq, dan juga Shiroth. Namun, meskipun semua kata itu memiliki makna yang sama, namun dalam Bahasa Arab setiap kata digunakan sesuai dengan peruntukannya. Tentu kita pernah mendengar ayat; Ud’u ilaa sabiili rabbika bi-l-hikmah wa jaadilhum billatii hiya ahsan. Dalam ayat tersebut, Allah tidak menggunakan kata Syari’, apalagi Thoriq, lebih-lebih Shiroth, tetapi yang digunakan adalah kata Sabiil.

Syariat Kerajaan Sengkuni

Pernahkah kita belajar sejarah kehidupan Sengkuni? Pernahkah kita membaca literatur bagaimana perjalanan hidup Sengkuni? Adakah dari kita yang pernah mempelajari sebab-sebab mengapa Sengkuni dianggap menjadi biang kerok Perang Baratayudha? Adakah kita pernah mencari fakta sejarah mengapa kerajaan Gandhara diserbu oleh Prabu Destarastra, yang notabene adalah seorang Raja yang memperistiri Gandari, kakak kandung Sengkuni?

Kenduri Cinta Dalam Poster

Pada setiap Poster yang dirilis, tidak hanya memberikan informasi berupa tema yang diangkat, atau juga kelengkapan informasi berupa tanggal, waktu dan lokasi acara. Tetapi juga menjadi salah satu media yang mampu membikin penasaran bagi audiens Kenduri Cinta sendiri. Apresiasi demi apresiasi selalu muncul dari jamaah, hal ini menjadi pertanda bahwa memang Poster Kenduri Cinta yang dirilis selalu memancing perhatian orang, bahkan menjadi salah satu item yang ditunggu-tunggu.