From Redaksi

Mukadimah: NEGARA DALAM SUNYI

INI TENTANG MEMBERI JEDA, sejenak, sesaat. Ya, Kenduri Cinta edisi April 2020 “NEGARA DALAM SUNYI”, memberi jeda sejenak kepada langit dan bumi, kepada alam semesta untuk saling memahami dan belajar, serta memaknai, sampai pada akhirnya kita siap kembali bermujahadah. Kini, biarkanlah alam membimbing dan mengajarkan kita untuk uzlahsementara waktu ke dalam ruang-ruang batin kita, mengamati kembali seluruhnya dengan lebih detail, dengan presisi yang lebih tepat dan akurat.

Mukadimah: KELUARGA MUTAHABBIN

Ilmu tanpa kebijaksanaan sangat berbahaya. Di tangan orang yang tidak tepat, sebilah pedang bisa sangat berbahaya. Tidak hanya berbahaya bagi orang lain di sekitarnya, tapi juga dapat membahayakan dirinya. Karenanya, selama proses latihan, replika pedang dari kayu digunakan, untuk mengurangi risiko cedera.

Mukadimah: AFDLALIYAH MAIYAH

Demokrasi seolah sudah menjadi puncak dari pencapaian peradaban umat manusia. Usaha kritis terhadap demokrasi langsung dicap sebagai gerakan pengacau stabiltas masyarakat. Sekalipun sudah jelas-jelas ada perbedaan mendasar antara prinsip bermusyawarah dan demokrasi, namun tetap saja saat ini benarnya orang banyak dijadikan acuan kebenaran. Padahal benarnya orang banyak belum tentu benar.

Mukadimah: AVENGER ALMIGHTY

Apa yang bisa kita pelajari dari Al Fatihah? Setidaknya, kita mempelajari bahwa ada banyak asma-asma Allah yang ada di dalam surat Al Fatihah. Yang paling sering kita dengar adalah; Ar Rahman dan Ar Rahiim, yang juga menurut Cak Nun adalah ikon utama Allah. Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dan di dalam surat Al Fatihah, kita akan menemukan asma-asma Allah yang lain. Kita mengenal ada isitilah asmaul husna, 99 nama Allah yang merupakan nama-nama Allah yang mencerminkan sifat-sifatNya. Tapi, apakah nama-nama Allah hanya terbatas berjumlah 99?

KALEIDOSKOP: Kenduri Cinta 2019

Genap 12 edisi Forum Majelis Masyarakat Maiyah Kenduri Cinta terlaksana sepanjang  tahun 2019 ini. Tidak kurang dari 50 edisi Forum Reboan juga terlaksana, forum rutin mingguan yang menjadi dapur dari Kenduri Cinta bulanan itu sendiri. Para penggiat Kenduri Cinta memiliki sebuah pijakan bahwa Kenduri Cinta bulanan adalah Forum Reboan yang diperbesar. Bagi penggiat Kenduri Cinta yang setiap bulan berjibaku menangani persiapan teknis Kenduri Cinta, Maiyahan tidak harus menunggu sebulan sekali, karena setiap Rabu malam, mereka berkumpul di forum Reboan untuk Sinau Bareng.

Mukadimah: DARURAT AKAL TIDAK SEHAT

Akal adalah potensi rohaniah yang Allah menganugerahkannya kepada manusia. Dan agar akal semakin berfungsi dengan baik, manusia harus melatihnya secara terus-menerus, jika akal tidak difungsikan, maka akan berakibat pada kebodohan.

Mukadimah: RADIKALITAS MAIYAH

APA YANG sebenarnya kita ketahui tentang kata radikal? Seberapa jauh pemahaman kita terhadap kata radikal? Seberapa detail pemaknaan kita mengenai kata radikal? Kenapa kata radikal akhir-akhir ini selalu mendapat resposn negatif? Bahkan sampai Kementrian Agama Republik Indonesia diberi tugas khusus untuk menangani Radikalisme. Maa huwa radikal? Wa maa adroka ma radikal?

Mukadimah: NEGARA TA’LIH

Negara Ta’lih adalah Negara yang sedang mempersiapkan penduduknya untuk secara terang-terangan berani menomor satukan yang bukan Tuhan. Menihilkan peran Tuhan, mengesampingkan kekuasaan Tuhan atas dirinya. Seolah-olah belum cukup pelajaran dari Fir’aun. Padahal, se-setan setannya setan, tidak ada satupun setan yang berani mengaku dirinya Tuhan.

Mukadimah: JAHIL MOROKKAB

Allah menganugerahi manusia dengan gelar ahsani taqwim. Tentu bukan tanpa alasan, Allah memberi label ahsanu taqwim kepada manusia karena memang manusia memiliki semua tools yang dibutuhkan untuk mencapai keniscayaan dari ahsani taqwim itu sendiri. Perjalanan sejarah manusia dalam mencari dirinya telah menemukan berbagai macam metode; primbon, zodiak, astrologi, shio, hingga yang paling modern seperti test potensi akademik, juga pengidentifikasian bakat melalui uji sidik jari (fingers print). Kesemuanya itu adalah ijtihad manusia dalam menemukan siapa dirinya.

Mukadimah: Manusia Yang Mana Kamu?

Berkaca pada perjalanan Rasulullah Saw, pada usia muda beliau sudah menjadi manusia nilai. Gelar Al Amin yang disematkan oleh masyarakat Mekah menjadi pertanda bahwa Muhammad bin Abdullah adalah manusia nilai. Beranjak dewasa, Muhammad bin Abdullah menjadi pedagang yang piawai dalam berdagang. Muhammad bin Abdullah sukses menjadi seorang pengsaha muda. Namun, beliau sama sekali tidak kepincut dengan kemilau harta benda yang ia miliki dari hasil perdagangan. Pada saat risalah dari Allah itu datang, Rasulullah Saw memiliki kesempatan untuk menjadi manusia istana. Pun ketika berhijrah ke Madinah, beliau mampu mempersatukan kaum Muhajirin dan Anshor, menyusun blue print peradaban masa depan Madinah, namun sama sekali momen itu dimanfaatkan oleh Rasulullah Saw untuk menjadikan dirinya sebagai penguasa.