By Redaksi Kenduri Cinta

DARURAT AKAL TIDAK SEHAT

Akal adalah alat untuk berpikir. Berpikir untuk mengenali sesuatu, memetakannya, menemukan sebab-akibatnya, menemukan relasi-relasi antara sesuatu dengan sesuatu yang lain, kemudian merumuskannya dan menemukan padatan atau tajaman dari sesuatu yang dipahami itu supaya kita bisa menjalankan hidup kita secara jelas. Tidak ada akal yang tidak sehat, akal pasti sehat. Munculnya istilah akal sehat dan akal tidak sehat lebih karena kekacauan zaman, dimana manusia tidak mampu berpikir secara wajar sebagaimana manusia seharusnya.

KALEIDOSKOP: Kenduri Cinta 2019

Genap 12 edisi Forum Majelis Masyarakat Maiyah Kenduri Cinta terlaksana sepanjang  tahun 2019 ini. Tidak kurang dari 50 edisi Forum Reboan juga terlaksana, forum rutin mingguan yang menjadi dapur dari Kenduri Cinta bulanan itu sendiri. Para penggiat Kenduri Cinta memiliki sebuah pijakan bahwa Kenduri Cinta bulanan adalah Forum Reboan yang diperbesar. Bagi penggiat Kenduri Cinta yang setiap bulan berjibaku menangani persiapan teknis Kenduri Cinta, Maiyahan tidak harus menunggu sebulan sekali, karena setiap Rabu malam, mereka berkumpul di forum Reboan untuk Sinau Bareng.

Karena Rumusnya Innii Jaa’ilun Fi-l-Ardhli Khalifah

Yang memiliki kemungkinan untuk sakit adalah hati. Maka Rasulullah SAW pun mengingatkan bahwa manusia sangat mungkin terkena penyakit hati; iri, dengki, hasad, bohong, curang dan lain sebagainya. Kesemua penyakit tersebut dapat menjangkit hati, maka kita kemudian mengenal konsep Tombo Ati. Allah pun dalam surat Al Baqoroh ayat 10 berfirman; Fii quluubihim marodhlo fazaadahumullahu marodhlo. Sebuah bukti bahwa hati adalah salah satu unsur dalam diri manusia yang bisa terjangkit sebuah penyakit.

Mukadimah: DARURAT AKAL TIDAK SEHAT

Akal adalah potensi rohaniah yang Allah menganugerahkannya kepada manusia. Dan agar akal semakin berfungsi dengan baik, manusia harus melatihnya secara terus-menerus, jika akal tidak difungsikan, maka akan berakibat pada kebodohan.

RADIKALITAS MAIYAH

Maiyah adalah ruang publik yang memungkinkan semua orang untuk memasukinya. Maiyah tidak eksklusif, justru sangat inklusif jika melihat fenomena Maiyah hari ini. Semua orang yang datang ke Maiyah diterima dan ditampung, diberi ruang, diberi kesempatan untuk singgah dan mendapatkan kenyamanan serta keamanan. Maiyah is making the space. Itulah salah satu radikalitas Maiyah.

Kegembiraan Cinta yang Radikal

Bagi Syeikh Kamba, Maiyah adalah katalisator, penyeimbang peradaban. Kegembiraan, kebersamaan, kenyamanan, keamanan yang kita alami di Maiyah adalah bukti bahwa Maiyah adalah hidayah dari Allah. Dan Maiyah ini bukanlah kreasi manusia, melainkan kreasi Allah. Kita, setiap individu diperjalankan untuk bertemu dan bersentuhan dengan Maiyah. Konsep-konsep serta nilai hidup yang diajarkan di Maiyah adalah sesuatu yang secara hakikat adalah nilai dasar yang harus dipegang oleh setiap manusia. Maiyah menjadikan nilai-nilai substantif yang sempat tercerabut dari akar kehidupan itu untuk kembali ditancapkan dalam diri manusia.

Mukadimah: RADIKALITAS MAIYAH

APA YANG sebenarnya kita ketahui tentang kata radikal? Seberapa jauh pemahaman kita terhadap kata radikal? Seberapa detail pemaknaan kita mengenai kata radikal? Kenapa kata radikal akhir-akhir ini selalu mendapat resposn negatif? Bahkan sampai Kementrian Agama Republik Indonesia diberi tugas khusus untuk menangani Radikalisme. Maa huwa radikal? Wa maa adroka ma radikal?

NEGARA TA’LIH

Inti hubungan manusia dengan Tuhan adalah cinta. Maka sebenarnya, cinta yang bertepuk sebelah tangan adalah cinta yang sejati, karena ia tidak peduli apakah cintanya akan berbalas atau tidak, ia akan terus berbuat baik kepada yang ia cintai. Bagaimana Allah menerbitkan matahari setiap pagi, menghembuskan angin, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan pepohonan, tanpa memperhitungkan apakah manusia beriman atau tidak. Itulah cinta sejati. Tidak ada transaksi dalam cinta.

Mengasah Kecerdasan Dengan Berpikir Keras

Syeikh Kamba kemudian mulai menjabarkan secara perlahan apa yang ditulis di rubrik Tajuk. “Manusia memperoleh kecerdasan tinggi jika akal dan pikiranya digunakan untuk berpikir keras. Hanya dengan berpikir keras, sel-sel dan jaringan syaraf di kepala kita bertambah luas”, Syeikh Kamba mengawali. Syeikh Kamba mengajak jamaah untuk memasuki penjelajahan ilmu melalui Surat Al Kahfi103-106, ketika Allah menjelaskan bahwa ada sekelompok orang yang kelak di hari kiamat akan termasuk golongan orang-orang yang merugi, yaitu orang-orang yang sia-sia perbuatan dalam hidupnya, sementara mereka mengira telah berbuat kebaikan. Jika kita berbuat baik namun terdorong oleh hawa nafsu, maka itu akan menjadi hal yang sia-sia.

Mukadimah: NEGARA TA’LIH

Negara Ta’lih adalah Negara yang sedang mempersiapkan penduduknya untuk secara terang-terangan berani menomor satukan yang bukan Tuhan. Menihilkan peran Tuhan, mengesampingkan kekuasaan Tuhan atas dirinya. Seolah-olah belum cukup pelajaran dari Fir’aun. Padahal, se-setan setannya setan, tidak ada satupun setan yang berani mengaku dirinya Tuhan.