By Redaksi Kenduri Cinta

Kenduri Cinta, Menanam Benih Manusia Indonesia Baru

Cak Nun menjelaskan bahwa manusia dalam satu detik hanya mampu merekam 40 frame peristiwa. Sementara dalam alam bawah sadarnya terdapat sekitar 1,2 juta frame yang sudah terekam. Setiap keputusan hidup manusia lebih banyak dipengaruhi oleh 1,2 juta frame di alam bawah sadar. Manusia sangat jarang menggunakan akal untuk mengkonfirmasi setiap keputusan akalnya yang muncul secara spontan. Setiap pertanyaan tentang apapun akan dijawab spontan berdasarkan data yang tersedia di alam bawah sadar manusia. “Maka Anda jangan mengandalakan ilmu, dalam konteks bahwa Anda dikuasai secara terus menerus oleh alam bawah sadar Anda”, ungkap Cak Nun.

“DOSA KEJUJURAN”

Kali ini, kita mencoba mundur satu langkah, menyelami makna kejujuran. Apa sebenarnya maksud dari kata jujur, atau kejujuran. Ada yang memiliki pendapat bahwa kejujuran adalah kesesuaian sikap antara perkataan dan perbuatan. Ada juga yang memiliki pendapat bahwa kejujuran adalah menyampaikan informasi sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Jika A maka sampaikanlah A, jika B maka sampaikanlah B. Orang Islam sudah tidak asing lagi mendengar ungkapan Quli-l-haqqo walau kaana murron, katakanlah yang benar (jujur) meskipun itu pahit.

Literasi Utama

AL-BIRR

“Allah membuat surga karena mencintamu. Allah membuat neraka juga karena Allah mencintaimu,” kata Cak Nun. “Allah menciptakan neraka supaya manusia kembali pada titik keseimbangan. Apapun yang memang baik untuk Indonesia, kita istiqomahkan untuk terus kita kerjakan. Berhasil atau tidak berhasil, bukan urusan kita. Urusan kita adalah bahwa kita tidak pernah berhenti untuk berjuang sampai kapan pun,” tegas Cak Nun.

Mukadimah: AL-BIRR

Terhadap yang sedang dihadapi bangsa ini tidak cukup hanya di-khusnuzon-i bahwa retaknya persaudaraan, perpecahan, pertentangan, pertarungan bahkan perkelahian fisik terjadi hanya karena antara kebaikan dan kebaikan berbenturan karena perbedaan orientasi politik semata. Lelah dirasakan oleh masyarakat, dipaksa mengikuti ritual demokrasi dengan tontonan permusuhan, perdebatan dan kemarahan. Dan kita telah menyadari bahwa pecahnya tali persaudaraan bangsa Indonesia hari ini adalah ongkos mahal yang harus kita bayar untuk merayakan pesta demokrasi lima tahunan.

NEITHER NOR

Dalam Islam, konsep keseimbangan itu bisa diimplementasikan dalam shodaqoh. Kata shodaqoh berasal dari akar kata yang sama dengan kata shiddiq. Shodaqoh adalah konsep keseimbangan, jika manusia tidak ber-shodaqoh maka tidak akan tercipta keseimbangan dalam kehidupan sosial masyarakat. Kenapa di Maiyahan bisa bertahan hingga jam 4 pagi? Salah satunya adalah karena kita utuh sebagai manusia, kita mampu berpikir seimbang sebagai manusia, sehingga kita saling mengamankan harta, martabat, dan nyawa satu sama lain.

Audien Utama Kita Adalah Allah

HUJAN YANG mengguyur Jakarta di Jumat sore (15/3) cukup deras, bahkan merata di berbagai daerah, tidak hanya di Jakarta saja. Alhamdulillah, menjelang pukul 5 sore, hujan mulai reda. Penggiat pun menggelar karpet untuk alas duduk jamaah. Panggung Kenduri Cinta kali ini tampak lebih besar dari biasanya, karena memang pada edisi Maret ini Kenduri Cinta kedatangan…

Mukadimah: NEITHER NOR

Berpihak kepada siapa kita sebaiknya? Kurawa atau Pandhawa? Apakah sudah pasti Pandhawa itu baik dan Kurawa itu buruk? Siapa yang lebih baik, Kresna atau Sengkuni? Dan hari ini, manakah yang lebih baik? Kiri atau Kanan? Sosialis atau Kapitalis? Radikal atau Liberal? Moderat atau Konservatif? Bahkan dulu, Bung Karno pernah menyatakan bahwa Sosialisme di Indonesia itu tidak sama dengan Sosialisme Uni Soviet, Cina, bahkan Yugoslavia. Kemana sebenarnya arah Negara ini akan dibawa? Kapitalis atau Sosialis? Nyatanya, Negara dan Pemerintah saja, kita masih gagap membedakan. Indonesia ini sebenarnya Republik atau Kerajaan? De jure-nya adalah Republik. De facto?

“NABI DHOLIM”

Rasulullah Saw sebelum diangkat sebagai Nabi, dia sudah lulus sebagai manusia, sehingga ia mendapat julukan Al Amin, orang yang dipercaya. Julukan ini bukan sembarang julukan, karena siapapun saja yang berada di sekitar Muhammad bin Abdullah saat itu, akan terjamin keamanannya, baik nyawa, martabat dan juga hartanya. “Sekafir-kafirnya anda, saya tidak akan memanggil anda dengan sapaan Kafir. Semuslim-muslimnya anda, saya posisinya adalah mendoakan anda semoga anda kelak tergolong dalam golongan orang-orang yang muslim,” tutur Cak Nun.

Mallalang Manannungan, Papperandang Ate

Maka lahirlah Papperandang Ate, jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kurang lebih artinya adalah menjernihkan hati. Tentu ada benang merahnya dengan lagu “Tombo Ati” yang pada medio pertengahan 90’an kembali dipopulerkan oleh Cak Nun dan KiaiKanjeng. Dari forum ini, mereka berharap agar Papperandang Ate menjadi sebuah forum yang menjernihkan hati setiap orang yang datang dan berkumpul.

Menepi Dari Keramaian, Menemukan Kembali Kesejatian Diri

Kecenderungan masyarakat kita hari ini, memilih dengan menggunakan pijakan emosi dalam diri. Sabrang mengingatkan bahwa jika kita memilih dengan emosi, maka di kemudian hari yang akan kita alami adalah penyesalan. Dari sekian edisi Pemilihan Umum yang sudah kita alami saja, kita sudah mengalami penyesalan demi penyesalan. Namun, hebatnya orang Indonesia adalah akan segera melupakan penyesalan yang ia rasakan hari ini.