By Redaksi Kenduri Cinta

Mukadimah: RADIKALITAS MAIYAH

APA YANG sebenarnya kita ketahui tentang kata radikal? Seberapa jauh pemahaman kita terhadap kata radikal? Seberapa detail pemaknaan kita mengenai kata radikal? Kenapa kata radikal akhir-akhir ini selalu mendapat resposn negatif? Bahkan sampai Kementrian Agama Republik Indonesia diberi tugas khusus untuk menangani Radikalisme. Maa huwa radikal? Wa maa adroka ma radikal?

Literasi Utama

NEGARA TA’LIH

Inti hubungan manusia dengan Tuhan adalah cinta. Maka sebenarnya, cinta yang bertepuk sebelah tangan adalah cinta yang sejati, karena ia tidak peduli apakah cintanya akan berbalas atau tidak, ia akan terus berbuat baik kepada yang ia cintai. Bagaimana Allah menerbitkan matahari setiap pagi, menghembuskan angin, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan pepohonan, tanpa memperhitungkan apakah manusia beriman atau tidak. Itulah cinta sejati. Tidak ada transaksi dalam cinta.

Mengasah Kecerdasan Dengan Berpikir Keras

Syeikh Kamba kemudian mulai menjabarkan secara perlahan apa yang ditulis di rubrik Tajuk. “Manusia memperoleh kecerdasan tinggi jika akal dan pikiranya digunakan untuk berpikir keras. Hanya dengan berpikir keras, sel-sel dan jaringan syaraf di kepala kita bertambah luas”, Syeikh Kamba mengawali. Syeikh Kamba mengajak jamaah untuk memasuki penjelajahan ilmu melalui Surat Al Kahfi103-106, ketika Allah menjelaskan bahwa ada sekelompok orang yang kelak di hari kiamat akan termasuk golongan orang-orang yang merugi, yaitu orang-orang yang sia-sia perbuatan dalam hidupnya, sementara mereka mengira telah berbuat kebaikan. Jika kita berbuat baik namun terdorong oleh hawa nafsu, maka itu akan menjadi hal yang sia-sia.

Mukadimah: NEGARA TA’LIH

Negara Ta’lih adalah Negara yang sedang mempersiapkan penduduknya untuk secara terang-terangan berani menomor satukan yang bukan Tuhan. Menihilkan peran Tuhan, mengesampingkan kekuasaan Tuhan atas dirinya. Seolah-olah belum cukup pelajaran dari Fir’aun. Padahal, se-setan setannya setan, tidak ada satupun setan yang berani mengaku dirinya Tuhan.

JAHIL MUROKKAB

Orang-orang Maiyah tidak pernah dijanjikan surga. Yang kita lakukan bersama adalah menemukan jati diri, kemudian menjalankannya berdasar identitas, otentisitas dan kedaulatan dalam diri kita. Rasulullah SAW mewasiatkan agar kita tidak berhenti belajar. Orang yang terbiasa belajar maka ia terbiasa berpikir kreatif tidak berhenti pada satu informasi untuk dijadikan keyakinan, melainkan terus berproses. Manusia diberi akal pikiran agar difungsikan untuk berpikir dan melakukan eksplorasi. Inilah yang dimaksud oleh Syeikh Kamba dengan keyakinan yang bersifat informatif.

Kenduri Cinta, Yang Menggembirakan Dan Membahagiakan

Menggembirakan dan membahagiakan. Forum Kenduri Cinta selalu menghadirkan nuansa dan atmosfer yang selalu dirindukan. Forum seribu podium, siapa saja boleh datang, siapa saja boleh berbicara, siapa saja boleh pulang kapan saja, tidak ada yang dituntut dan juga tidak ada yang menuntut. Semua bersama-sama menjaga keberlangsungan forum, menjaga keamanan forum, menjaga ketertiban dan juga kebersihan lokasi diselenggarakannya forum.

Mukadimah: JAHIL MOROKKAB

Allah menganugerahi manusia dengan gelar ahsani taqwim. Tentu bukan tanpa alasan, Allah memberi label ahsanu taqwim kepada manusia karena memang manusia memiliki semua tools yang dibutuhkan untuk mencapai keniscayaan dari ahsani taqwim itu sendiri. Perjalanan sejarah manusia dalam mencari dirinya telah menemukan berbagai macam metode; primbon, zodiak, astrologi, shio, hingga yang paling modern seperti test potensi akademik, juga pengidentifikasian bakat melalui uji sidik jari (fingers print). Kesemuanya itu adalah ijtihad manusia dalam menemukan siapa dirinya.

MANUSIA YANG MANA KAMU?

Kenduri Cinta tidak dibangun dengan landasan intelektualitas, namun dengan kesucian cinta dan kasih sayang. Layaknya ibu, dimana sosoknya menjadi seseorang yang harus kita sanjung serta taati. Bukan kepandaian, kecerdasan serta expertise lainnya yang membuat sosok ibu harus kita hormati, namun curahan ketulusan cinta dan kasih sayangnya yang membuat kewajiban taat kepadanya.

Manusia Tidak Punya Hak Untuk Saling Menyalahkan

Tugas kita adalah menjadi manusia yang dikehendaki oleh Allah. Kita melakukan apa yang memang seharusnya kita lakukan. Kita menapaki jalan yang memang seharusnya kita menapakinya. Kegagalan manusia modern memahami peran mengakibatkan salah kaprah dalam menjalankan peran. Menjadi pejabat pemerintah justru dimanfaatkan sebagai ajang menjadi penguasa, padahal seharusnya menjadi pejabat pemerintah adalah menjadi petugas yang melayani rakyat. Di Kenduri Cinta inilah, secara perlahan kita mencari satu persatu nilai-nilai luhur manusia yang seharusnya berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

Mukadimah: Manusia Yang Mana Kamu?

Berkaca pada perjalanan Rasulullah Saw, pada usia muda beliau sudah menjadi manusia nilai. Gelar Al Amin yang disematkan oleh masyarakat Mekah menjadi pertanda bahwa Muhammad bin Abdullah adalah manusia nilai. Beranjak dewasa, Muhammad bin Abdullah menjadi pedagang yang piawai dalam berdagang. Muhammad bin Abdullah sukses menjadi seorang pengsaha muda. Namun, beliau sama sekali tidak kepincut dengan kemilau harta benda yang ia miliki dari hasil perdagangan. Pada saat risalah dari Allah itu datang, Rasulullah Saw memiliki kesempatan untuk menjadi manusia istana. Pun ketika berhijrah ke Madinah, beliau mampu mempersatukan kaum Muhajirin dan Anshor, menyusun blue print peradaban masa depan Madinah, namun sama sekali momen itu dimanfaatkan oleh Rasulullah Saw untuk menjadikan dirinya sebagai penguasa.