By Redaksi Kenduri Cinta

Mukadimah: JAGRATARA

Dalam kosmologi Jawa, kita mengenal maningal, manekung, dan manages. Saat maningal kita menggunakan panca indera, logika dan fokus berfikir atas semua kejadian dan permasalahan untuk dicari kemungkinan alasan di luar dari dirinya. Kemudian setelah itu manekung, yaitu proses dimana kita menggunakan rasa, mengendapkannya untuk mereduksi nafsu. Kosong untuk mencapai manages, yaitu petunjuk ilahiah yang sejati.

SESANTI KEKASIH HATI

HIDUP itu memang penuh dengan labirin. Perjalanan setiap manusia dalam menjalani kehidupan tidak selalu mulus, akan selalu menghadapi tikungan, tanjakan, turunan, jalan yang berlobang dan lain sebagainya. Seringkali, dalam merencanakan sesuatu, meskipun kita sudah mempersiapkan semuanya dengan detail, selalu ada saja hal-hal yang mengejutkan, yang ternyata kita tidak siap untuk menghadapinya.

Mukadimah: SESANTI HATI KEKASIH

Di tengah keadaan yang tidak menentu, bagi yang tidak terbiasa akan muncul rasa cemas hingga ketakutan yang luar biasa. Jika sampai ada satu orang saja yang panik, justru akan semakin memperburuk keadaan rombongan. Segala jalan yang ada seolah buntu. Nekat melanjutkan pendakian jelas membahayakan, turun bisa jadi pilihan meskipun tidak mungkin untuk langsung turun gunung. Sementara bagi yang sudah terbiasa cenderung akan lebih tenang dan memilih diam sembari menunggu cuaca membaik. Koordinasi segera dilakukan untuk mengukur daya tahan rombongan dan dengan cuaca yang tidak mendukung untuk melanjutkan pendakian maka akan memilih turun demi keselamatan bersama.

Literasi Utama

RENJANA NASIONALISME

Pada akhirnya, sebagai rakyat memang kita tidak benar-benar bisa mengharapkan kehadiran Negara saat ancaman resesi datang. Normalnya, ketika Negara menyadari bahwa resesi akan datang, maka disusunlah strategi evakuasinya. Misalnya, di bidang pertanian digenjot produksi makanan pokok, lahan-lahan pertanian digenjot produksinya, begitu juga di bidang peternakan, perkebunan dan lain sebagainya. Sehingga ketika resesi benar-benar datang, Negara sudah siap untuk melindungi rakyatnya. Nyatanya, kita tidak melihat tanda-tanda itu, justru yang kita lihat adalah hasrat pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara yang terus berjalan. Padahal, resesi ekonomi adalah sesuatu yang sangat bisa diprediksi kapan akan datang dan bagaimana proses evakuasinya.

Mukadimah: RENJANA NASIONALISME

Kita sebagai manusia Indonesia ini tidak kurang alasan untuk mencintai Negaranya. Sebagai manusia Indonesia, kita ini tidak kurang alasan untuk berteriak lantang tentang kesatuan dan persatuan. Kita juga tidak kurang alasan untuk berjanji setia sehidup semati untuk NKRI. Kita, sama sekali tidak kekurangan alasan untuk mengungkapkan Renjana Nasionalisme.

NEGARA CANDA

SEJAK JUMAT siang (9/9), hujan deras mengguyur hampir di seluruh penjuru Jakarta. Tidak terkecuali di Cikini. Bulan-bulan ini memang adalah momen memasuki musim penghujan, beberapa hari terakhir intensitas turunnya hujan cukup tinggi, tidak hanya di Jakarta saja. Hingga lepas maghrib, hujan tak kunjung reda. Persiapan Kenduri Cinta pun baru bisa disempurnakan menjelang Isya’, termasuk untuk…

Mukadimah: NEGARA CANDA

Indonesia bukanlah negara candaan. Karena didirikannya negara ini adalah untuk suatu tujuan yang serius. Negara didirikan supaya distribusi rahmat Tuhan berupa sumber daya alam dapat menjadi sebesar-besarnya berkah kemakmuran rakyat, sehingga berkah itu masih dapat dirasakan hingga generasi penerus bangsa selanjutnya.

BANGSA BRAHMANA

Sabtu (13/8) malam, pagelaran teater kolosal “RAJAWALI-WALIRAJA” dipentaskan di Plaza Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Ribuan pasang mata menjadi saksi pementasan kemeriahan pagelaran teater ini. Sempat ada kekhawatiran mengenai cuaca, karena angin berhembus cukup kencang sejak sore, alhamdulillah, hingga berakhirnya pementasan, tidak turun hujan.

Mukadimah: BANGSA BRAHMANA

Sebagai sebuah bangsa yang besar, pemimpin negara adalah putra terbaik bangsa yang terpilih untuk mengurusi rumah tangga bangsa. Adanya sudah semestinya, tidak perlu bersolek dia sudah berwibawa. Tidak perlu pura-pura garang, dia pembawaannya memang berkarisma. Di kancah internasional, di antara negara-negara tetangga, keberadaannya dinantikan sebagai peran utama. Hadirnya mendamaikan mencerminkan besar bangsa yang telah melahirkannya. Bangsa yang memangku peradaban bumi, bangsa yang berkuasa tapi kekuasaannya bukan untuk menindas.

KALIBRASI SYUKUR

Manusia sebagai salah satu makhluk kemungkinan memiliki berbagai hal dalam dirinya yang perlu selalu dikalibrasi. Salah satunya adalah tentang syukur. Siapa yang hidup ini tidak memiliki ekspektasi? Hampir dari kita semua memiliki ekspektasi dari setiap hal yang kita lakukan. Saat kita sekolah, kita memiliki ekspektasi bahwa kita bisa mencapai nilai yang bagus pada setiap ujian. Saat kita bekerja, kita memiliki ekspektasi bahwa hasil pekerjaan kita mampu membuat atasan kita bangga dengan hasil kerja kita. Saat kita berbisnis, kita memiliki ekspektasi agar kita bisa sukses dan berhasil mengumpulkan uang yang banyak. Ada banyak ekspektasi-ekspektasi dalam kehidupan kita.