Tagged reportase

Literasi Utama

DOSA KEJUJURAN

Presiden hanya salah satu onderdil, salah satu part dari sistem, sebuah negara. Ditegaskan oleh Cak Nun, salah satu tujuan Cak Nun menemani kita di maiyahan adalah dalam rangka mempersiapkan part-part yang lain, agar melengkapi kelengkapan onderdil yang sudah ada. Harapannya, kelak Indonesia menjadi lebih baik pada saat generasi hari ini, yang terlibat di maiyahan, ikut mengelola Indonesia. Karena sebuah kesebelasan tidak hanya tergantung pada siapa pelatihnya, atau kaptennya, melainkan adalah bagaimana teamwork berjalan atau tidak.

AL-BIRR

“Allah membuat surga karena mencintamu. Allah membuat neraka juga karena Allah mencintaimu,” kata Cak Nun. “Allah menciptakan neraka supaya manusia kembali pada titik keseimbangan. Apapun yang memang baik untuk Indonesia, kita istiqomahkan untuk terus kita kerjakan. Berhasil atau tidak berhasil, bukan urusan kita. Urusan kita adalah bahwa kita tidak pernah berhenti untuk berjuang sampai kapan pun,” tegas Cak Nun.

NEITHER NOR

Dalam Islam, konsep keseimbangan itu bisa diimplementasikan dalam shodaqoh. Kata shodaqoh berasal dari akar kata yang sama dengan kata shiddiq. Shodaqoh adalah konsep keseimbangan, jika manusia tidak ber-shodaqoh maka tidak akan tercipta keseimbangan dalam kehidupan sosial masyarakat. Kenapa di Maiyahan bisa bertahan hingga jam 4 pagi? Salah satunya adalah karena kita utuh sebagai manusia, kita mampu berpikir seimbang sebagai manusia, sehingga kita saling mengamankan harta, martabat, dan nyawa satu sama lain.

WARASATUL ANBIYA

Seseorang yang mampu menjadi pewaris Nabi adalah orang yang mampu menjadi juru bicara kebijaksanaan, alsinatul hikmah. Mereka adalah orang-orang yang tidak berbicara kecuali dengan izin Allah, dan jika mereka berbicara mereka meninggalkan manfaat bagi orang yang mendengarkan. Manusia yang saleh adalah manusia yang pantas disebut manusia di hadapan Allah. Agama adalah situasi keilahian dalam diri manusia yang menuntun orang melakukan sesuatu bukan atas dasar paksaan, melainkan atas dasar keterpanggilan.

BELAJAR MEMILIH PRESEDEN

Secara umum, preseden adalah kejadian yang sudah berlalu yang bisa dijadikan semacam referensi untuk melakukan kegiatan berikutnya. Sederhananya, preseden adalah peristiwa masa lalu yang menjadi pelajaran atau contoh. Preseden lalu dijadikan pertimbangan untuk mengambil keputusan. Allah pun mengingatkan untuk senantiasa melihat, mempelajari serta mengambil hikmah dari peristiwa-peristiwa lampau untuk dijadikan pedoman, tolok ukur dan referensi menuju kehidupan yang akan datang.

MAIYAH BUMI DAN MANUSIA

Dialektika yang diselenggarakan di Maiyah adalah belajar bersama, sinau bareng, tidak ada konsep mengajar, karena mengajar hanyalah akibat dari proses belajar bersama. Adanya pihak yang bertanya kemudian ada pihak lain yang lebih menguasai informasi sehingga memberi tahu kepada yang belum tahu. Tidak ada proses mengajar, yang ada adalah proses belajar bersama. “Begitulah di Maiyah, tidak ada mu’allim, yang ada adalah muta’allim,” Cak Nun menjelaskan.

INDOAUTONESIA

Maiyah adalah contoh bagaimana energi sulthon itu berfungsi. Tidak ada satu manusia pun yang mampu merencanakan Maiyah. Bagaimana orang berdatangan, duduk, bahkan ada yang berdiri. Menyimak paparan yang disampaikan, dan semua merasakan keindahan bersama. Bagi Cak Nun, inilah bukti bahwa energi sulthon itu ada. “Maka dengan Maiyah ini anda sebenarnya ditawari oleh Allah sulthon. Maka tidak mungkin Indonesia dengan tata nilainya membikin Maiyah, tidak mungkin. Maiyah ini adalah bukan anak dari Indonesia, ini adalah anak dari kehendak Allah Swt, dan inilah yang dinamakan laa tanfudhuuna illa bi sulthoon. Kamu tidak bisa menembus sesuatu di luar kebiasaan kecuali dengan sulthon,” lanjut Cak Nun.

“Maka saya tidak pesimis kepada Indonesia, asal anda setia dan sungguh-sungguh. Anda jangan menjadi orang yang lupa kepada dirimu, sehingga lupa kepada Allah. Atau lupa kepada Allah sehingga anda lupa kepada dirimu, karena anda akan mendapat kemenangan dari Allah, dan kemenangan itu adalah ashabul jannati humul faaizuun,” Cak Nun menyampaikan.

SERIGALA BERHATI DOMBA

“Ibarat salat, Anda ini bukan orang yang sudah taat kepada salat, tetapi orang yang sudah menikmati salat. Karena puncak dari salat itu sebenarnya bukan taat, melainkan nikmat. Maka saya tidak pernah mengajak untuk berbuat baik, yang saya ajak adalah menemukan kenikmatan dalam berbuat baik,” lanjut Cak Nun.

“Temukan kenikmatan dalam berbuat baik, bahkan ketika anda sedang diuji Allah dengan nasib buruk, anda harus mampu menemukan kenikmatannya,” Cak Nun terus membesarkan hati jamaah, mengajak untuk melangkah lebih maju dengan tidak menempatkan hidup hanya hari ini namun hidup abadi. Di Maiyah kita belajar kembali menemukan kebenaran yang tepat. Terus mengupayakan untuk berbuat baik. Pokoknya berbuat baik, entah nanti dapat apa dan kapan akan mendapatkannya.

TAK KUNJUNG NEGARA

Maiyah bukan dalam rangka membentuk negara, atau mengumpulkan massa untuk membikin partai politik. Maiyah membicarakan tentang bagaimana negara seharusnya berlaku, mencari kesejatian negara, mencari kebaikan untuk negara, sementara yang melakukan pencarian tentang itu semua sama sekali tidak memiliki kewajiban apa-apa dalam proses pengelolaan negara.

FASTABIQUL HAIBAT

Dalam kehidupan ini ada sesuatu yang memang hanya bisa dicapai dengan iman, bukan dengan ilmu. Ada sesuatu yang kita bisa mencapainya hanya dengan iman, karena tidak mungkin mencapainya dengan ilmu, sebab kita tidak bisa menghitungnya. Kenapa sesuatu itu dicapai dengan iman karena kita tidak bisa mencapainya dengan ilmu. Kenapa kita percaya? Karena kita tidak tahu. Niat berpuasa yang selalu kita lafadzkan adalah nawaitu shouma ghodin bukan nawaitu shiyama-l-ghodi, karena keperluan kita untuk menahan diri tidak makan, tidak minum, secara naluriah dapat dilakukan sehari-hari. Tetapi tidak dengan shoum. Shoum adalah dimensi puasa yang lebih luas dari sekadar shiyam. Puasa itu harus dikembangkan dari shiyam menjadi shoum.