From Uncategorized

Arena Tinju Pak Nevi

Persahabatan Pak Nevi dengan Cak Nun sejak usia sangat belia. Pak Nevi dan Pak Joko Kamto, yang tergabung dalam Karawitan Dipowinatan, sebagai cik

Mulat Saliro, Momentum Refleksi Diri

Mulat saliro, digambarkan sebagai momentum untuk berkaca pada diri sendiri. Teman-teman Maneges Qudroh dalam menapaki perjalanan di tahun ke delapan ini sebenarnya juga sedang mengajak bangsa Indonesia untuk berkaca kembali ke dalam dirinya. Karena bangsa ini sudah terampau jauh dari dirinya yang sebenarnya. Hari ini, bangsa ini tidak benar-benar menjadi dirinya sendiri. Bangsa ini sudah jauh meninggalkan dirinya yang sejati. Bangsa ini sudah kehilangan kewaspadaan dalam dirinya. Sehingga sudah tidak peka lagi terhadap sesuatu yang berada di sekitar dirinya, apalagi memilah mana yang baik dan mana yang buruk, karena semakin terbiasa untuk memilih mana yang enak dan mana yang tidak enak.

Gunung Jangan Pula Meletus

“Dunia bukan tempat utama pementasan manusia. Kalau bagimu orang yang tidak mati adalah selamat sehingga yang mati kamu sebut tidak selamat, buang dulu Tuhan dan akhirat dari konsep nilai hidupmu. Kalau bagimu rumah tidak ambruk, harta tidak sirna, dan nyawa tidak melayang, itulah kebaikan; sementara yang sebaliknya adalah keburukan-berhentilah memprotes Tuhan, karena toh Tuhan tak berlaku di dalam skala berpikirmu, karena bagimu kehidupan berhenti ketika kamu mati.”