Memuaskan Ambisi: Antara Kedaulatan Diri dan Penjara Validasi
DI MOMEN Lebaran lalu, layar bioskop kita sedang memotret wajah kita sendiri dengan sangat jujur—mungkin terlalu jujur bagi sebagian orang yang...
Read moreDetailsDI MOMEN Lebaran lalu, layar bioskop kita sedang memotret wajah kita sendiri dengan sangat jujur—mungkin terlalu jujur bagi sebagian orang yang...
Read moreDetailsKITA hampir selalu menyebut kebersamaan dengan diksi yang dianggap menyenangkan. Kata itu membuat orang membayangkan dalam sebuah rumah, pertemanan, musyawarah, jamaah,...
Read moreDetailsADA MASA ketika orang percaya sejarah telah selesai. Bahwa setelah runtuhnya Tembok Berlin, dunia akan berjalan lurus seperti rel kereta: dari...
Read moreDetailsKITA sering menyaksikan fenomena sosial di mana penghormatan terhadap nasab tumbuh melebihi batas wajar hingga mengabaikan kapasitas individu. Seorang anak muda...
Read moreDetailsCAK NUN tentu sangat mencintai putra semata wayangnya saat itu: Sabrang Mowo Damar Panuluh. Kala itu, Sabrang masih duduk di kelas...
Read moreDetailsAKHIR-AKHIR ini kita—khususnya Muslim di Indonesia—dihadapkan pada berbagai fenomena keagamaan yang bagi saya unik sekaligus pelik. Fenomena ini unik karena hadir...
Read moreDetailsBERITA tentang seorang anak sekolah dasar yang mengakhiri hidupnya karena buku dan pena terasa seperti kalimat yang ditulis dengan tangan gemetar,...
Read moreDetailsCatatan Seorang Ibu Tentang Kekuasaan yang (seharusnya) Mengasuh ADA KEGUNDAHAN yang pelan-pelan merambat di palung hati masyarakat: sebuah firasat bahwa jurang...
Read moreDetailsAda kata yang tampak kukuh seperti batu, tetapi sesungguhnya rapuh seperti kabut. Kata itu: civilisation. Sejak abad ke-18, sejak para filsuf...
Read moreDetailsMANUSIA tidak pernah benar-benar hidup di ruang hampa. Ia adalah bagian dari semesta yang luas, bergerak bersama waktu, sekaligus dibatasi oleh...
Read moreDetails