REPORTASE: METRONOM
LANGIT Jakarta malam itu menggantung mendung, namun bukan mendung yang mengancam—ia teduh, seperti memberi naungan bagi siapa pun yang datang. Di Plaza Teater Besar Taman Ismail Marzuki, jamaah Kenduri Cinta
Read moreDetailsLANGIT Jakarta malam itu menggantung mendung, namun bukan mendung yang mengancam—ia teduh, seperti memberi naungan bagi siapa pun yang datang. Di Plaza Teater Besar Taman Ismail Marzuki, jamaah Kenduri Cinta
Read moreDetailsTema Manusia Yang Mana Kamu? berangkat dari pemahaman atas tiga klasifikasi manusia; manusia nilai, manusia pasar dan manusia istana. Tentunya, Kenduri Cinta bukan forum yang menghasilkan sebuah kesimpulan. Kenduri Cinta adalah sinau bareng, bukan forum... Selengkapnya
ANDAIKAN Sutardji Calzoum Bachri mencapai puncak kepenyairannya pada era ini, mungkin hari ini kita akan melihat seorang Sutardji Calzoum Bachri adalah seorang penyair dengan jutaan followers di Instagram, Twitter dan... Selengkapnya
Bayi yang lahir, kemudian dirawat oleh ibunya, tumbuh dalam ekosistem yang baik, sehingga kemudian ia menjadi dewasa, menjadi anak yang dibanggakan kedua orang tuanya. Dan itu tidak datang secara tiba-tiba,... Selengkapnya
DI DUNIA ISLAM, hanya di Nusantara (Melayu Asia Tenggara) dimana Bulan Ramadan disebut juga ‘bulan puasa’. Asalnya dari bahasa Sanskerta,... Selengkapnya
METRONOM adalah alat untuk menciptakan interval yang kecepatannya adjustable, fungsinya untuk mengukur tempo. Ukuran tempo-nya menggunakan bunyi (atau tanda visual),... Selengkapnya
MILLATA HANIFA—diucapkan Millah Hanifa—adalah ungkapan cinta Sang Pencipta atas perjalanan seorang hamba yang memilih jalan lurus. Secara etimologis, millata berarti... Selengkapnya
HIDUP jarang berjalan sesuai rencana. Ada orang yang tampak lahir dengan banyak kelebihan—cerdas, berbakat, punya kesempatan besar sejak awal. Mereka...
KRISIS keuangan global datang seperti musim yang lupa kalender. Ia berulang, tapi selalu disebut “tak terduga”. Tahun berganti, grafik naik-turun...
Sebuah Pengantar Catatan tentang Patangpuluhan ini sebenarnya sudah saya tulis sekitar lima belas tahun yang lalu. Saat itu, hadir secara...