REPORTASE: METRONOM
LANGIT Jakarta malam itu menggantung mendung, namun bukan mendung yang mengancam—ia teduh, seperti memberi naungan bagi siapa pun yang datang. Di Plaza Teater Besar Taman Ismail Marzuki, jamaah Kenduri Cinta
Read moreDetailsLANGIT Jakarta malam itu menggantung mendung, namun bukan mendung yang mengancam—ia teduh, seperti memberi naungan bagi siapa pun yang datang. Di Plaza Teater Besar Taman Ismail Marzuki, jamaah Kenduri Cinta
Read moreDetailsJakarta kembali menyaksikan perhelatan Kenduri Cinta edisi ke-253 pada Jumat, 14 Februari 2025, di pelataran Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), dengan tema "Estafet Syukur" yang mengalun di antara deru... Selengkapnya
KETIKA PETINJU melepaskan pukulan yang telak kepada lawannya, menurut kalkulasi secara rasional, ketepatan letak lokasi dipukulnya sang lawan akan menentukan apakah lawan tersebut tetap kuat berdiri atau justru roboh akibat pukulan... Selengkapnya
Tema Manusia Yang Mana Kamu? berangkat dari pemahaman atas tiga klasifikasi manusia; manusia nilai, manusia pasar dan manusia istana. Tentunya, Kenduri Cinta bukan forum yang menghasilkan sebuah kesimpulan. Kenduri Cinta adalah sinau bareng, bukan forum... Selengkapnya
METRONOM adalah alat untuk menciptakan interval yang kecepatannya adjustable, fungsinya untuk mengukur tempo. Ukuran tempo-nya menggunakan bunyi (atau tanda visual),... Selengkapnya
MILLATA HANIFA—diucapkan Millah Hanifa—adalah ungkapan cinta Sang Pencipta atas perjalanan seorang hamba yang memilih jalan lurus. Secara etimologis, millata berarti... Selengkapnya
WARTHASASTRA adalah sebuah portmanteau, gabungan dari kata warta (kabar), artha (harta), sastra (seni/disiplin), dan arthasastra (seni mengatur dunia). Aslinya, Arthasastra... Selengkapnya
HIDUP jarang berjalan sesuai rencana. Ada orang yang tampak lahir dengan banyak kelebihan—cerdas, berbakat, punya kesempatan besar sejak awal. Mereka...
KRISIS keuangan global datang seperti musim yang lupa kalender. Ia berulang, tapi selalu disebut “tak terduga”. Tahun berganti, grafik naik-turun...
Sebuah Pengantar Catatan tentang Patangpuluhan ini sebenarnya sudah saya tulis sekitar lima belas tahun yang lalu. Saat itu, hadir secara...