Kenduri Cinta: 26 Tahun Menyalakan Al Misbahu fi Zujajah
KEMBALI merenungi perjalanan Kenduri Cinta yang kini memasuki usia 26 tahun. Sejak Juni 2000 di pelataran Taman Ismail Marzuki, forum ini...
Read moreDetailsKEMBALI merenungi perjalanan Kenduri Cinta yang kini memasuki usia 26 tahun. Sejak Juni 2000 di pelataran Taman Ismail Marzuki, forum ini...
Read moreDetailsDua puluh enam tahun lalu, Kenduri Cinta lahir dari sebuah kerinduan sederhana: kerinduan untuk terus bersama dalam “sinau bareng”. Berawal dari...
Read moreDetailsMALAM itu angin pelan bergerak di halaman. Kursi-kursi belum sepenuhnya kosong setelah forum Maiyah bubar. Beberapa orang masih bercakap kecil sambil...
Read moreDetailsGELANGGANG Mahasiswa UGM bukan sekadar gedung. Di era 80-an, aula multifungsi ini adalah saksi bisu bagaimana keringat atlet basket dan bela...
Read moreDetailsTeruntuk perempuan-perempuan Maiyah; para penjaga nyala di ceruk dapur dan nalar, serta para pendamping setia yang bersama-sama merawat kedaulatan jiwa di...
Read moreDetailsDI MOMEN Lebaran lalu, layar bioskop kita sedang memotret wajah kita sendiri dengan sangat jujur—mungkin terlalu jujur bagi sebagian orang yang...
Read moreDetailsKITA hampir selalu menyebut kebersamaan dengan diksi yang dianggap menyenangkan. Kata itu membuat orang membayangkan dalam sebuah rumah, pertemanan, musyawarah, jamaah,...
Read moreDetailsADA MASA ketika orang percaya sejarah telah selesai. Bahwa setelah runtuhnya Tembok Berlin, dunia akan berjalan lurus seperti rel kereta: dari...
Read moreDetailsKITA sering menyaksikan fenomena sosial di mana penghormatan terhadap nasab tumbuh melebihi batas wajar hingga mengabaikan kapasitas individu. Seorang anak muda...
Read moreDetailsCAK NUN tentu sangat mencintai putra semata wayangnya saat itu: Sabrang Mowo Damar Panuluh. Kala itu, Sabrang masih duduk di kelas...
Read moreDetails