Reportase: Upa Angkara
HUJAN turun hampir sepanjang hari, bahkan semakin deras menjelang acara dimulai—seolah berkah ditumpahkan tanpa jeda pada hari itu. Menjelang malam, hujan...
Read moreDetailsHUJAN turun hampir sepanjang hari, bahkan semakin deras menjelang acara dimulai—seolah berkah ditumpahkan tanpa jeda pada hari itu. Menjelang malam, hujan...
Read moreDetailsLANGIT Jakarta malam itu menggantung mendung, namun bukan mendung yang mengancam—ia teduh, seperti memberi naungan bagi siapa pun yang datang. Di...
Read moreDetailsJAKARTA hari itu diguyur cuaca yang tak menentu. Hujan, panas, gerimis, lalu hujan kembali silih berganti sejak siang. Namun ketika malam...
Read moreDetailsHujan deras bercampur angin kencang mengguyur Jakarta sore itu. Sisa-sisa awan mendung terbawa menutupi langit di halaman Plaza Teater Besar Taman...
Read moreDetailsLANGIT JAKARTA telah gelap. Malam itu, halaman depan Masjid Amir Hamzah, Taman Ismail Marzuki (TIM), berubah menjadi ruang refleksi. Kenduri Cinta...
Read moreDetailsMESKIPUN malam mulai menjelang, suasana di Plaza Teater Besar Taman Ismail Marzuki justru kian bercahaya. Langit Jakarta yang sempat kelabu oleh...
Read moreDetailsMALAM ITU, beberapa sisi Plaza Teater Besar Taman Ismail Marzuki masih tergenang karena hujan deras yang turun di sore hari. Tapi,...
Read moreDetailsPADA edisi Agustus 2025 yang bertepatan dengan dua hari jelang Peringatan 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Kenduri Cinta kembali mengajak untuk...
Read moreDetailsDALAM EDISI ke-258 yang bertepatan dengan tanggal 11 Juli 2025, tema Jihadul Hijriyah menjadi fokus utama Kenduri Cinta. Istilah Jihadul Hijriyah...
Read moreDetailsSaat masyarakat terfragmentasi menghadapi gersangnya modernitas, Maiyah menawarkan komitmen pada nilai, keberanian mencintai, dan membentuk komunitas yang kokoh.
Read moreDetails