Pengantar Rapat Kerja Kenduri Cinta 2014

Musyawarah kerja merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh para penggiat Maiyah Kenduri Cinta. Pada kesempatan ini, musyawarah kerja tidak hanya melibatkan para internal Penggiat Kenduri Cinta yang selama inimengoranisasi Maiyah bulanan Kenduri Cinta, dan kegiatan diluar itu berdasarkan kesepakatan bersama yang kemudian di sebut sebagai agenda Maiyah Kenduri Cinta. Musyawarah kerja berupa “Rapat Terbuka” melibatkanseluruh jamaah Kenduri Cinta untuk ikut serta berpartisipasi dalam hal evaluasi umum dari kegiatan bulanan Maiyah Kenduri Cinta dan urun serta mengusulkan ide dan gagasan untuk kegiatan bersama yang kemudian menjalankannya bersama-sama dan menjadikanya sebagai agenda Maiyah Kenduri Cinta.

Dalam musyawarah kerja ini, evaluasi mengenai apa saja yang sudah dilakukan oleh Kenduri Cinta selama 14 tahunterakhir oleh setiap jamaah Kenduri Cinta dapat dijadikan sebagai tolak ukur dan bahan pertimbangan bagi para penggiat masa sekarang dan selanjutnya. Pembahasan materi dan program kerja yang disiapkan oleh penggiat hasil dari Musyawarah Lengkap dan pemilihan pengurus beberapa bulan lalu dapat disosialisasikan dan penempatan para penggiat dalam struktur organisasi Kenduri Cinta dapat dilakukan pada kesempatan ini. — Baca lengkapnya di Pengantar Rapat Kerja Kenduri Cinta 2014.

“Selama Rasulullah hidup tidak ada pemerintahan resmi. Kepemimpinan Rasulullah adalah kepemimpinan brahmana, kepemimpinan kewibawaan, kepemimpinan nilai.”  —Emha Ainun Nadjib

U19, Senja dan Fajar

Ketika seorang wartawan bertanya “apakah U19 ini merupakan harapan bagi kebangkitan sepakbola Indonesia?”, saya menjawab “Sudah bangkit! Anak-anak ini dengan para pemimpinnya sudah berlaku benar, baik dan khusyu, tidak hanya sebagai pemain sepakbola, tapi juga sebagai Manusia-Sepakbola dengan segala faktor kemanusiaan dan dimensi-dimensi psikologisnya, tidak hanya menghitung komposisi kepribadian per-individu, tapi juga latar belakang budayanya, level sosialnya, bahkan tradisi spiritualnya. Kita sudah bangkit. Kita sudah mulai berbuat benar dalam bersepakbola”

“Bukankah kebaikan ditentukan oleh kemenangan?”

“Ya. Saya juga ingin mereka menang dan lolos. Tapi itu bukan satu-satunya faktor. Sebagaimana Anda kawin terus istrimu hamil, atau Anda bertani terus panen: hamil dan panen itu bagian Tuhan. Bagian kita adalah berjuang menghamili, berjuang menanam, berjuang menjalankan budaya dan mental persepakbolaan yang benar. Andaikan mereka tidak lolos, saya tetap kagum dan bangga berdasarkan sejarah prestasi mereka selama ini. Saya tetap cinta mereka”.

Tentu saja omongan saya yang kayak gitu tidak akan keluar di media massa apapun. Dan memang sebaiknya tidak dimuat, karena saya bukan pelaku sepakbola, bukan pengurus sepakbola, dan tidak punya posisi apapun di U19 maupun di persepakbolaan nasional.

Saya sekedar seorang kakek yang memprihatini masakini Indonesia dan mencintai kebangunan masa depannya. Ada bagian dari Indonesia yang sedang melangkah pasti menuju jurang kematian, ada bagian lain dari Indonesia yang diam-diam sedang menyusun kelahiran dan bahkan sudah lahir, sebagaimana U19 dalam persepakbolaan maupun “U19” di bidang pertanian, innovasi tekonologi, kedewasaan beragama, kematangan pembelajaran politik dan lain sebagainya saya juga saya temani hampir tiap hari di beratus-ratus wilayah Negeri ini. [Baca selengkapnya]

LITERASI MAIYAH

0 725
Sabtu 25 Oktober 2014, bertepatan dengan 1 Muharam 1436 H, para penggiat Komunitas Kenduri Cinta melaksanakan rapat terbuka dengan agenda utama pengesahan struktur kepengurusan Kenduri Cinta periode 2014-2016 sekaligus menyusun program kerja.