Reportase NEGERI SETENGAH HATI

Untuk Nusantara, “Gemah Ripah Loh Jinawi”-nya pasti, masalahnya tinggal di-tauhid-i sebagai rahmat Allah atau tidak oleh kumpulan manusia yang menjalani kebudayaan. Akan tetapi kalau parameter atau titik tuju pembangunan dan perkembangan peradaban ummat manusia adalah (hanya, sebatas) “Toto Tentrem Kerto Raharjo”: setan, jin, dajjal juga sanggup meminpin manusia utk mencapainya — tanpa mereka sendiri memerlukannya.

Pakailah bahasa modern masa kini: kalau sukses kehidupan adalah pencapaian materialisme, ketertataan demokrasi, kerukunan antar manusia, stabilitas politik, jalan raya lancar, harga kendaraan bisa dijangkau, kuliner semarak, rakyat bisa makan, punya rumah, bisa menyekolahkan anak dan membayar rumah sakit — Dajjal sangat pakar untuk itu.— Baca: Reportase NEGERI SETENGAH HATI

“Selama Rasulullah hidup tidak ada pemerintahan resmi. Kepemimpinan Rasulullah adalah kepemimpinan brahmana, kepemimpinan kewibawaan, kepemimpinan nilai.”  —Emha Ainun Nadjib

Suaka Kemanusiaan Persebaran Islam

NKRI berdiri tentu ada yang menjadi pendorong dan pendukung utama. Yang harus kita pahami adalah negara ini berdiri didukung oleh 5 pilar pokok. Pertama adalah: rakyat. Rakyat yang kemudian hari menjadi petani dan banyak profesi bahkan sampai pedagang asongan merupakan bagian terpenting dalam menopang, membela dan memperjuangkan terbentuknya NKRI. Selain itu hampir di tiap-tiap sejarah kerajaan-kerajaan selalu ada rakyat mulai masa Nabi Sulaiman, Majapahit dan Sriwijaya hingga Nusantara menjadi NKRI, semua butuh rakyat. Rakyat tetap mengambil bagian penting dalam setiap momentumnya. Inilah inti yang dikelilingi pagar di tengah dari semuanya. Rakyat adalah puncak paling tinggi dari semua kepentingan. — Baca lengkap: Suaka Kemanusiaan Persebaran Islam Di Dunia

LITERASI MAIYAH

2 1216
Spirit indie adalah kesadaran untuk mengenal keragaman perbedaan dan kategorisasi penciptaan dengan sudut pandang syu'uban waqoba ilalita’arofu untuk tidak keliru membuat ukuran-ukuran perbandingan diri dengan tetangga, komunitas dan negara lain yang kita sangkai sebagai pesaing.