Banner
  Kenduri Cinta Bulan Agustus 2010, Dengan Tajuk: Nyanyian Sunyi Di Pojok Sejarah. Pada Hari Jumat, Tanggal 20 Agustus 2010, Pukul: 20:30 WIB, Di Taman Ismail Marzuki - Jakarta
Start :
End :
Sastra
13 July 2009, 10:11:29
Dzikir Kesadaran
Ditulis Oleh: Mustaqiem Eska

Satu kata yang sangat tepat untuk memulai tulisan ini adalah : Allahu Akbar artinya Allah Maha Besar. Sebab tidak ada kebesaran yang layak dan pantas selain Dia.Setiap bangun pagi,  saya merasakan betul betapa Tuhan begitu istiqomah melakukan pengulangan-pengulangan hingga tak berbilang kalinya terhadap anugerah yang namanya cahaya matahari, sehingga kita manusia ... [detail] ...
30 June 2009, 10:42:36
Cinta
Ditulis Oleh: Hendi Kristiantoro *)

Kalau aku mencintai Ali, bukan berarti aku seorang syiah. Begitu juga, meski demikian membuncah kerinduanku pada Abu Bakar dan Umar, sama sekali diriku bukan seorang sunni. Karena cinta tak mungkin mewujud dalam sekat-sekat. Cinta itu siklikal. Cinta itu melingkupi.Dalam derajat yang lebih rendah, rasa cintaku pada Ali tak harus membuatku membenci ... [detail] ...
23 June 2009, 08:34:11
Mesjid Abah
Ditulis Oleh: Abraham Zakky Zulhazmi

Kemarin malam, abah mengajakaku makan sego kucing di angkringan Kang Dedhot. Aku heran, tak biasanya abah mengajakku makan di luar. Apalagi hanya berdua denganku. Seusai makan, abah membersihkan giginya dengan tusuk gigi. Aku menyeruput es tehku yang masih utuh. Abah mengambil nafas panjang, lalu berujar.“Nak, abah pengen cerita.”“Cerita apa, Bah?” aku ... [detail] ...
15 June 2009, 10:36:13
Orasi Budaya: KAKI LANGIT
Ditulis Oleh: a.r. ar-rasyidi boediman la ede (aiz-paseba)

Saudaraku, Pagi, matahari semakin lupa membangunkan tidur kita dari mimpi; Siang, matahari semakin tak bersahabat mengikuti jejak kaki kita yang berdebu; Senja, semakin temaram menghapus peluh kita yang nyaris sia-sia;Malam, tak berarti apa-apa lagi karena kita tinggal menjalani tidur menunggu mimpi;Sementara, haruskah esok pagi kita bangun dengan mimpi yang tersisa tadi ... [detail] ...
08 June 2009, 20:26:30
Warisan Mbah Alwi
Ditulis Oleh: Mustaqiem Eska

Sendang yang seperti uyeng-uyeng itu seakan membelah rambut kepala di kampung yang sekecil Tlogotunggak. Setiap trontong subuh pada sebuah surau berkayu jati yang berdiri di sebelahnya, ikan-ikan keting saling berkecipak menyambut berkumandangnya adzan subuh yang biasa disuarakan oleh kang Madun dengan irama parau. Tapi ia begitu istiqomah, hingga sisik-sisik keting berubah ... [detail] ...
03 June 2009, 08:24:09
SAJAK-SAJAK ABRAHAM ZAKKY ZULHAZMI
Ditulis Oleh: Abraham Zakky Zulhazmi

LADUNItentang AQAapa aku musti menuntun ladunimu?sebab kau tak berhitung, tak menghitungsama sekali: ada peta yang harus, harus aku ikutiuntuk aku jadi matahari baginyabagi kekalahannya, bagi rebahnyabegitu bunyi pesanmuyang kubaca menjelang pagidepankumereka belajar meloncat menendangtadidia datang membayang radangkitaterbayang loncatan, menendang bayanganapa aku musti menuntun ladunimu?sebab kau tak berhitung, tak menghitungsama sekalitidak sekali ... [detail] ...
26 May 2009, 09:00:18
Satu Malaikat Yang Menangis Dan Doa Seribu Iblis
Ditulis Oleh: Mustaqiem Eska

Pada fajar yang bening, Karmadi sudah berkecipak dengan pancuran di sebuah sendang dekat suraunya. Seperti biasa, menjelang subuh Karmadi terlebih dahulu mandi dan bersuci. Hampir sudah menjadi kebiasaan, setiap berwudhu, Karmadi akan selalu mengulanginya sampai dua – tiga kali. Masalahnya, setiap kali Karmadi membasuh mukanya, nyaris selalu disusul dengan semburan kentutnya. ... [detail] ...
19 May 2009, 08:16:03
Für Ida
Ditulis Oleh: a.r.ar-rasyidi boediman la ede [aiz-paseba]

; se il percorso è a pochi passi fino a qui ,.... voglio rompere l'impressione che l'infinito;.........................................................................;voulez vouz ;desakan itu demikian kuatnya;karena dengan tiba-tiba saja aku ingin menulis lagiatau, menulis apa saja tentang perbincangan kita dipenghujung malam diteras sebuah rumah kaca; whoops !“aku menghasta mengukur bathinku“semuanya terjadi begitu saja ... [detail] ...
08 May 2009, 11:27:45
Menjaga Titik Fokus
Ditulis Oleh: Mustaqiem Eska

Pada sebuah pesantren, kyai Sibli berniat mengetahui tingkat komitmen santrinya dalam beragama. Sore hari, selepas sorogan, kyai Sibli menyuruh santri teladannya Ahmad untuk menyiapkan kuda jantan yang paling gagah. Ahmad pun bergegas beranjak ke kandang belakang pesantren dimana puluhan kuda ada di dalamnya. Di giringnya kuda tergagah berwarna putih dengan garis ... [detail] ...
27 April 2009, 08:30:16
POK DHAH NYUANG
Ditulis Oleh: Emha Ainun Nadjib

Maqamku Pok Dhah NyuangGelarku Amirul KhulafaAtasanku JibrilBawahanku para panglimaDi benua-benua vertikal dan horisontalAparatku Dewi PesawahanBahureksa gunung dan gua-guaPengayom hewan dan Pawang hujanPasukan kavaleriku melintas-lintas Di sela-sela benda dan galaksiPrajurit infantriku tersembunyi Di setiap bongkahan tanah bumiSandhiyudhaku penelusup anginBekerjasama dengan pasukan khusus MalaikatYang mengendarai cahayaBersemayam di bilik persembunyian kalbu manusiaMalam ini kupanggil ... [detail] ...
13 April 2009, 09:00:48
Sendok Kepicikan
Ditulis Oleh: Mustaqiem Eska

Tidak seperti biasanya, hari itu Raja ingin tahu seberapa jauh tingkat kejujuran rakyatnya. Rasa penasaran itu menjadi gendam setelah setiap waktu ia berkunjung ke daerah-daerah, semua rakyat menyambutnya dengan begitu suka cita. Setiap lewat di antara kerumunan mereka, Raja pun luuruh dengan uluran tangan para rakyat yang ingin menyalami dan mencium ... [detail] ...
30 March 2009, 09:29:09
Paseduluran Tanpa Tepi
Ditulis Oleh: Sabrang

secara tinggidalamnya lautan jauh lebih rendah daripadatingginya langitsecara cahayapuncak malam lebih tak mempunyai nya daripadaterik siangsecara luassumurku tak ada apa apanya dibandingkanmembentangnya samudrasejak kapan itu menjadi ukuran?yang tampak mata tak selalu bisa diraihyang tersembunyi dibelakang kepala malahmudah untuk dipilihyang bersuara keras kadang menggetarkan jiwatapi justru yang lirih yang mampu menusuksukmamulut bersuara ... [detail] ...
27 March 2009, 10:49:12
Cerpen: Lukisan Dari Dalam Tanah
Ditulis Oleh: Mustaqiem Eska

Senin, paruh ketiga tahun kabisat. Matahari sebenarnya cukup cerah. Tapi entah kenapa, hari itu tiba-tiba pelataran Puspem Tanah Tinggi nampak tidak  seperti  biasanya. Sudah sejak pagi-pagi sekali keramiknya ditumbuhi lukisan-lukisan yang menyembul dari dalam tanah. Lukisan itu semuanya hidup dengan beragam bentuknya. Bahkan sesekali ia seperti ular, menari rancak dan berjingkrak-jingkrak ... [detail] ...
16 March 2009, 09:21:14
Cerpen: Orang-orang Yang Mengusir Tuhan
Ditulis Oleh: Mustaqiem Eska

                Ruang tamu rumah si Mbah itu berukuran tiga kali lima meter. Bercat putih agak sedikit pink,  menandakan si Mbah, penghuninya adalah sudah tua namun gaya hidupnya masih seperti anak muda yang tidak takut mati, agresif, semangat dan penuh kreatifitas.Menghadap ke depan, sebuah pintu yang senantiasa terbuka lepas sehingga para tamu ... [detail] ...
10 March 2009, 07:56:21
Cerpen: Samiun
Ditulis Oleh: Muchlisinnalahudin

 Samiun kembali dengan tubuh banjir keringat. Napasnya tak bearaturan dan tersendat-sendat. Tatapannya kosng tak memiliki semangat. Bahkan pakaian yang ia pakai pun rusak seperti kulit yang disayat-sayat.Kedatangan Samiun membuat orang sekampung menjadi gempar. Semua orang seperti ingin melihatnya tak sabar. Setelah kepergiannya yang sekitar dua tahun tanpa kabar, ia muncul dengan ... [detail] ...
1.2.3.4.5
Sumur KC

Catatan Kecil Dari Redaksi
14 April 2009, 10:57:27
Warna-warni Cinta
Ditulis Oleh: Adi

Misalnya kalau tarikan cinta kita kepada Allah digambarkan sebagai vektor vertikal dan tarikan ... [detail] ...
04 March 2009, 10:19:51
Pilihan Atau Pilihan
Ditulis Oleh: Adi

Sepintas judul diatas mungkin bisa dianggap bahwa catatan kali ini tentang pemilu yang ... [detail] ...

Man Of The Match
Mohammad Natsir Yang Konsisten

Mohammad Natsir lahir di Jembatan Berukir, Alahan Panjang Kebupaten Solok, pada hari Jumat tanggal 17 Juli 1908 bertepatan dengan tanggal 17 Jumadil Akhir 1326 Hijriah. Kedua orang tuanya berasal dari Maninjau. Ayahnya Idris Sutan Saripado seorang pegawai pemerintah dan pernah menjadi asisten demang di Bonjol. Ibunya bernama Kadijah.

Sampai kelas dua Sekolah Rakyat,


Serambi
23 March 2009, 12:56:59
Hidup Itu Di Hati
Emha Ainun Nadjib

Manusia hidup dari hatinya. Manusia bertempat tinggal dihatinya. Hati adalah sebuah perjalanan panjang. ... [detail] ...
23 February 2009, 14:38:41
1 Tamparan 3 Pertanyaan

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri. ... [detail] ...

Podjok Media
24 July 2009, 10:28:34
Gontor Itu Indah
Ditulis Oleh: Red/Tempo

Di pesantren gontor setiap anak berlatih membangun privacy, mendengarkan kesunyian diri. keistimewa- annya: ... [detail] ...
30 June 2009, 10:32:55
Lakon Politik Pak Kanjeng
Ditulis Oleh: Nirwan Dewanto

Pak kanjeng, monolog karya Emha Ainun Nadjib, ... [detail] ...

Polling KC
Apakah anda setuju dengan akan diadakannya Maiyah Se-Nusantara?
Setuju
Antara Setuju & Tidak Setuju
Tidak Setuju
Lain-lain


View results
Version 2.07

Agenda
Calendar Script
September 2010
S M T W T F S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30

Link
Bangbang Wetan
Kiai Kanjeng
maiyahKC
PadhangMbulan
Taman Ismail Marzuki
Copyright © 2008 By www.kenduricinta.com All rights reserved