Banner
  Kenduri Cinta Bulan Agustus 2010, Dengan Tajuk: Nyanyian Sunyi Di Pojok Sejarah. Pada Hari Jumat, Tanggal 20 Agustus 2010, Pukul: 20:30 WIB, Di Taman Ismail Marzuki - Jakarta
Profil Komunitas


Nama : Mbah Surip
Pekerjaan : Seniman
Biografi :
Sejak dahulu Taman Ismail Marzuki memang dikenal tempat nongkrongnya para seniman , artis, aktivis, dan anak jalanan, bahkan komunitas masyarakat yang ada diluar pikiran kita , pada intinya TIM adalah kawasan yang sangat beragam dan heterogen.

Salah satu icon KC yang selalu menambah kecintaan jama'ah di kenduri cinta adalah sosok Mbah Surif. Mbah Surif bukan seperti Mbah Marijan yang dikenal dengan kekuatan supra naturalnya atau Mbah Dukun yang memiliki ilmu kanurgan dan kerjanya mengobati orang sakit dengan jampe-jampe atau menyembuhkan orang karena terkena santet atau orang yang jago dalam ilmu pelet (ilmu pikat). Mbah yang satu ini lebih unik dari Mbah Marijan penunggu gunung merapi, lebih dahsyat dari Mbah dukun yang memiliki ilmu gaib untuk memikat dan ilmu kanuragan untuk menjadi jawara. Sosok Mbah Surif bukan sosok pria yang sudar berusia lanjut, tiap harinya pakai belangkon, peci lecek, atau udeng-udeng "sorban" di kepala atau memakai asesories batu cincin sebesar buah salak dengan gelang akar bahar, keris di belakang dan sering menyembur-nyemburkan air ke muka pasiennya. Dengan rambutnya yang gimbal di sasak tak karuan ala Bob Marley, gitar kosong ,musik beraliran regae mbah Surif tidak pernah berhenti membuat jama'ah tertawa terpinkal-pingklal dalam setiap kehadirannya di panggung KC. Bukan hanya lirik lagunya yang kocak, bahkan saat membawakan lagu-lagu karyanya si mbah sering melontarkan kata-kata yg tidak karuan dan tidak jelas kaya orang kesurupan atau baca matera yang tidak jelas artinya kadang keluar juga kata ocehan asal-asalan seperti anak balita. Apalagi kalau mbah Surif mulai menaiki panggung dengan tawa khas terbahak-bahak dan sambutan I love U full sudah pasti jama'ah menyambutnya dengan tertawa. Kehadiran mbah surif di kenduri cinta sepertinya memiliki arti sendiri bagi jama'ah setia kenduri cinta. Keberadaanya di tengah-tengan Kenduri Cinta selalu menjadi harapan , kerinduan meskipun lagu-lagu yang dibawakannya cuma itu itu terus berulang-ulang setiap bulan, namun tetap saja jama'ah seakan tak pernah bosan atau jenuh sdikit pun mendengar lagu-lagu karya Mbah Surif. Seringkali Jama'ah mengelu-elukan (memanggil-manggil) nama mbah surif untuk minta tampil di panging saat panggung masih diisi oleh pembicara atau band penghibur. Mbah suriflah yang menjadi "bintang lapangan" di kenduri cinta selain bintang utama kenduri Cinta Cak Nun atau Kiai Kanjeng.

Cak Nun sering menggambarkan sosok Mbah surif adalah gambaran "Manusia Indonesia Sejati" yang tidak pernah merasa susah, tidak pernah gelisah, tidak pernah sedih dan selalu tertawa, meskipun seringkali di ledek orang Mbah Surif tetap saja tertawa tidak pernah dendam, atau membalas ledekan terbut. Bahkan terkadang Mbah surif bingung untuk pulang karena kehabisan ongkos. Hasilnya Mbah surif mengejawantahkan kesusahannya dalam sebuah lagu "minta ongkos pulang". Dalam lagu tersebut Mbah Surif bercerita tentang pacarnya, meskipun kita ragu kalau Mbah Surif pernah berpacaran. Pada bait akhir lagunya mbah surif meminta sesuatu kepada yayangnya (panggilan Mbah surif kepada pacarnya dalam lagu tersebut),

Yang, boleh ga aku pegang tanganmu ?.. boleh, boleh boleh..
Yang, boleh ga aku cium kamu ?, ..boleh, boleh boleh...
Yang, boleh ga aku minta ongkos pulang ?,... boleh, boleh boleh...


Beberapa Hit lagu Mbah Surif sudah sangat dekat dan bersahabat di telinga jamah kenduri cinta, diantaranya: "Tak Gendong, Bangun Tidur, atau Turunkan harga minyak angin". Bahkan diantara lagu tersebut sempat di tayangkan video klip nya di stasiun televisi swasta. Terkadang mbah surif mambawakan lagu tanpa syair dan tanpa nada dengan judul "diam bersama atau saling memandang" . Namun yang terjadi bukannya penonton diam atau saling memandang malah membuat orang tertawa terbahak-bahak.

Sumur KC

Catatan Kecil Dari Redaksi
14 April 2009, 10:57:27
Warna-warni Cinta
Ditulis Oleh: Adi

Misalnya kalau tarikan cinta kita kepada Allah digambarkan sebagai vektor vertikal dan tarikan ... [detail] ...
04 March 2009, 10:19:51
Pilihan Atau Pilihan
Ditulis Oleh: Adi

Sepintas judul diatas mungkin bisa dianggap bahwa catatan kali ini tentang pemilu yang ... [detail] ...

Man Of The Match
Mohammad Natsir Yang Konsisten

Mohammad Natsir lahir di Jembatan Berukir, Alahan Panjang Kebupaten Solok, pada hari Jumat tanggal 17 Juli 1908 bertepatan dengan tanggal 17 Jumadil Akhir 1326 Hijriah. Kedua orang tuanya berasal dari Maninjau. Ayahnya Idris Sutan Saripado seorang pegawai pemerintah dan pernah menjadi asisten demang di Bonjol. Ibunya bernama Kadijah.

Sampai kelas dua Sekolah Rakyat,


Serambi
23 March 2009, 12:56:59
Hidup Itu Di Hati
Emha Ainun Nadjib

Manusia hidup dari hatinya. Manusia bertempat tinggal dihatinya. Hati adalah sebuah perjalanan panjang. ... [detail] ...
23 February 2009, 14:38:41
1 Tamparan 3 Pertanyaan

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri. ... [detail] ...

Podjok Media
24 July 2009, 10:28:34
Gontor Itu Indah
Ditulis Oleh: Red/Tempo

Di pesantren gontor setiap anak berlatih membangun privacy, mendengarkan kesunyian diri. keistimewa- annya: ... [detail] ...
30 June 2009, 10:32:55
Lakon Politik Pak Kanjeng
Ditulis Oleh: Nirwan Dewanto

Pak kanjeng, monolog karya Emha Ainun Nadjib, ... [detail] ...

Polling KC
Apakah anda setuju dengan akan diadakannya Maiyah Se-Nusantara?
Setuju
Antara Setuju & Tidak Setuju
Tidak Setuju
Lain-lain


View results
Version 2.07

Agenda
Calendar Script
September 2010
S M T W T F S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30

Link
Bangbang Wetan
Kiai Kanjeng
maiyahKC
PadhangMbulan
Taman Ismail Marzuki
Copyright © 2008 By www.kenduricinta.com All rights reserved