Banner
  Kirimkan Berita, Artikel, Puisi, Cerpen, Atau Informasi Apapun Saja Ke Redaksi@kenduricinta.com
Tentang Kenduri Cinta
Kenduri cinta TIM

Kehadiran maiyah Kenduri Cinta di Jakarta secara prinsip tidak terlalu banyak berbeda dengan maiyah Padhang Bulan di Jombang , Atau Mocopat Sya’aat di Jogja. Meskipun keberadaan maiyah Kenduri Cinta di Taman Ismail Marzuki , Cikini Jakarta merupakan fenomena tersendri di tengah gemerlap kota metropolitan yans selalu penuh dengan hingar bingar dan hiruk pikuk masyarakatnya selama 24 jam tanpa henti. Namun tetap saja maiyah kenduri cinta menjadi tempat aneh dan langka bagi masyarakat yang tingkat informasi, pendidikan bahkan strata sosialnya lebih mapan atau lebih beruntung dari masyarakat yang ada di daerah atau pelosok-pelosok kampung di pedalaman nusantara. Mengapa maiyah kenduri cinta Jakarta menjadi fenomena tersendiri dan dianggap aneh atau langka ?

Karena maiyah kenduri cinta Jakarta juga tempat berkumpulnya orang-orang secara massal yang biasa di sebut “jama’ah maiyah” dengan rutinintas bulanan dan terselenggara bertahun-tahun dengan waktu 6 – 8 jam untuk mecari ilmu pengetahuan ( majelis ilmu) bagian dari seusatu yang aneh di jakarta. Berkumpulnya orang-orang sejak ba’da Isya hingga jam 3 pagi (dini hari) untuk mendengarkan ceramah, diskusi adalah bagian yang aneh di Jakarta. Berkumpulnya orang-orang yang tidak terpengaruh oleh kondisi tertentu seperti hujan yang turun terus menerus tanpa henti, atau kencangnya tiupan angina tau mungkin panasnya cuaca Jakarta. Maka wajar jika kenduri cinta adalah merupakan bagian yang aneh (langka) di Jakarta. Berkumpulnya orang-orang yang membahas wacana-wacana dari yang santai dan ringan hinggga wacana dengan bermacam teori-teori yang sangat berat dalam presfektif masyarakat awam. Berkumpulnya orang-orang yang sangat heterogen (plural) baik ras, suku, etnis, bangsa, bahasa dan agama dalam satu ruang, waktu dan tempat yang sama dalam jangka waktu yang panjang antara 6-8 jam dan rutin tiap bulan selama bertahun-tahun adalah hal yang tidak biasa di jakarta. Berkumpulnya beragam orang yang menjadi nara sumber atau tamu mulai dari, kaum profesional,professor, doktor, aktivis, pers, tokoh masyarakat, politisi, kyai, pendeta, ustad, tukang asongan, anak, jalanan, pengamen, orang gila, pemabuk, pejabat hingga calon presiden, tapa sekat batasan adalah hal yang aneh di Jakarta yang sangat metropolis.

Sedangkan kehidupan dunia gemerlap malam (dugem) kaum hedonisme (penikmat kesenangan duniawi) dengan format dan model yang serba aneh menurut orang kampung mungkin menjadi hal yang biasa atau umum di kota Jakarta dan dapat ditemui hampir di setiap sudut Ibukota. Gaya hidup masyarakat yang seba gelamour , serba luxs, hingga gaya hidup para kaum jetset dapat dijumpai dan dukunjungi kapan saja tanpa mengenal waktu. Mulai dari tempat atau lokasi hiburan emperan biasa, menengah hingga tempat khusus (eksekutif) namun selalu saja dipenuhi para penikmat dugem. Gaya hidup yang selama ini di sajikan dalam adegan film-film Barat ternyata menjadi tempat yang biasa bagi sebagian orang Jakarta di beberapa kawasan tertentu sebutan saja kawasan kota di Jakarta Barat atau kemang Jakarta selatan. Jakarta yang dikenal dengan model karakter masyarakat yang sangat individualistik, yang acuh tak acuh dengan tetengga di sebelah kiri, kanan, depan atau belakangnya. Bahkan model masyarakat yag tidak pernah tau atau mengenal tetangga disekitarnya.

Keberadaan kenduri cinta TIM seolah-olah menjadi oase ditengah padang pasir metropolitan yang mampu menghilangkan rasa dahaga masyarakat Jakarta dan sekitarnya dari haus spiritual, ilmu, wacana, informasi, silaturahmi, kebersamaan, kehangatan bahkan ke “Cinta” an satu sama lain meskipun diantara yang hadir belum tentu mengenal satu dengan yang lainnya. Kenduri cinta seolah menjadi majelis ilmu, sumur spiritual, laboratorium sosial, basis gerakan politik bahkan universitas jalanan yang tidak pernah habis pembahasan SKS (system kredit semester) nya, kurikulum dan mata kuliahnya selalu bertambah, dosennya adalah alam semesta.
Sumur KC





Demokrasi itu harus dipikir, dimana demokrasi berlaku, dimana demokrasi jangan berlaku, atau dimana demokrasi berapa persen yang berlaku.









Hidup itu bukan memetik nomer satu, Hidup itu menanam. Hidup itu bukan sukses nomer satu, Hidup itu berjuang. Jadi temukanlah kegembiraan dalam berjuang melebihi kegembiraan dari keberhasilan dari perjuangan itu









tobat itu ada syariatnya, ada aturannnya, ada akhlaknya, ada sopan-santunnya. bisa anda tiba-tiba kumpul di istiqlal terus memohon "ya allah ampuni dosaku...." kira-kira reaksi tuhan bagaimana? lah kamu korupsi belum minta maaf kepada rakyat... kamu menindas rakyat berpuluh-puluh tahun trus minta tobat....nggak bisa...!!(KC-0307)









Televisi itu tidak punya agama.............. Hanya memanfaatkan momentum untuk jualan..Musim salak jual salah…...Musim romadhon jual agama... Di televisi itu tidak ada urusan nilai ...Jadi kalau ada kyai/ustad di situ Cuma distempel saja. (KC-1007)









Percayalah kepada demokrasi tapi waspadalah kepada orang yang bilang kepada anda mengenai demokrasi….. Percayalah kepada pluralisme dan toleransi antara perbedaan-perbedaan tapi hati-hati kalau ada orang yang ngomong toleransi perbedaan kepada anda









Intelektual itu ialah orang-orang yang mengerjakan apa saja yang memang bukan tugasnya.









Percayalah kepada demokrasi tapi waspadalah kepada orang yang bilang kepada anda mengenai demokrasi….. Percayalah kepada pluralisme dan toleransi antara perbedaan-perbedaan tapi hati-hati kalau ada orang yang ngomong toleransi perbedaan kepada anda









Yang terjadi bukan kemiskinan, yang sedang kita saksikan adalah pemiskinan. Kelompok-kelompok yang berkuasa,mereka menggantikan penjajah menghisap rakyatnya sendiri









Partai-partai adalah batang-batang yang menciptakan kurungan bagi Garuda….. Tapi kita jangan benci pada kurungan, karena kita bisa copoti dan dipakai untuk fungsi yang lain









Ketidakterbatasan adalah puncak segala pengetahuan. Jika kita bergerak ke arahnya, ia menampak. Jika kita diam, ia pun bisu. Jika ilmu di tangan kita bergetar, ia pun menggeliat dan menampakkan pertanda. Dan jika ilmu kita tertidur, maka pengetahuan tidak kita jumpai sebagai pengetahuan, melainkan sebagai gudang, sebagai rak-rak buku yang diam.(ean)





Catatan Kecil Dari Redaksi
14 April 2009, 10:57:27
Warna-warni Cinta
Ditulis Oleh: Adi

Misalnya kalau tarikan cinta kita kepada Allah digambarkan sebagai vektor vertikal dan tarikan ... [detail] ...
04 March 2009, 10:19:51
Pilihan Atau Pilihan
Ditulis Oleh: Adi

Sepintas judul diatas mungkin bisa dianggap bahwa catatan kali ini tentang pemilu yang ... [detail] ...

Man Of The Match
Mohammad Natsir Yang Konsisten

Mohammad Natsir lahir di Jembatan Berukir, Alahan Panjang Kebupaten Solok, pada hari Jumat tanggal 17 Juli 1908 bertepatan dengan tanggal 17 Jumadil Akhir 1326 Hijriah. Kedua orang tuanya berasal dari Maninjau. Ayahnya Idris Sutan Saripado seorang pegawai pemerintah dan pernah menjadi asisten demang di Bonjol. Ibunya bernama Kadijah.

Sampai kelas dua Sekolah Rakyat,


Serambi
23 March 2009, 12:56:59
Hidup Itu Di Hati
Emha Ainun Nadjib

Manusia hidup dari hatinya. Manusia bertempat tinggal dihatinya. Hati adalah sebuah perjalanan panjang. ... [detail] ...
23 February 2009, 14:38:41
1 Tamparan 3 Pertanyaan

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri. ... [detail] ...

Podjok Media
24 July 2009, 10:28:34
Gontor Itu Indah
Ditulis Oleh: Red/Tempo

Di pesantren gontor setiap anak berlatih membangun privacy, mendengarkan kesunyian diri. keistimewa- annya: ... [detail] ...
30 June 2009, 10:32:55
Lakon Politik Pak Kanjeng
Ditulis Oleh: Nirwan Dewanto

Pak kanjeng, monolog karya Emha Ainun Nadjib, ... [detail] ...

Polling KC
Apakah anda setuju dengan akan diadakannya Maiyah Se-Nusantara?
Setuju
Antara Setuju & Tidak Setuju
Tidak Setuju
Lain-lain


View results
Version 2.07

Agenda
Calendar Script
July 2010
S M T W T F S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31

Link
Bangbang Wetan
Kiai Kanjeng
maiyahKC
PadhangMbulan
Taman Ismail Marzuki
Copyright © 2008 By www.kenduricinta.com All rights reserved